Berita | Ayah baru menerima bayi kembar IVF dengan hanya kesedihan di hatinya



Berita | Ayah baru menerima bayi kembar IVF dengan hanya kesedihan di hatinya

Seorang ayah baru yang menyambut kelahiran anak kembar melalui fertilisasi in vitro (IVF) mengaku bahwa pada saat ia memeluk anak-anaknya, yang memenuhi hatinya bukanlah kebahagiaan, melainkan kesedihan. Emosi ini tidak berasal dari kurangnya kasih sayang kepada anak-anaknya, melainkan dari beban psikologis dan rasa kehilangan yang ditimbulkan oleh seluruh proses kesuburan. Sang ayah berbagi dalam artikel tersebut bahwa perjalanan IVF penuh dengan harapan dan tekanan, dari berbagai upaya hingga akhirnya berhasil, dengan setiap langkah disertai pasang surut emosi. Ketika anak-anak akhirnya lahir, ia menemukan bahwa ia tidak dapat langsung merasakan kebahagiaan yang ia harapkan, dan sebaliknya diliputi oleh rasa kekosongan.

Fenomena ini tidak jarang terjadi di bidang reproduksi berbantuan, dan banyak orang tua mungkin mengalami reaksi emosional serupa setelah menjalani perawatan yang panjang. Para ahli menunjukkan bahwa IVF bukan hanya tantangan fisik, tetapi juga ujian psikologis. Dari diagnosis dan perawatan hingga kehamilan, setiap tahap dapat memicu kecemasan, depresi, atau stres pasca-trauma. Bagi orang tua baru, belajar menerima emosi kompleks ini dan mencari dukungan psikologis profesional adalah langkah penting menuju hubungan orang tua-anak yang sehat.

Laporan ini mengingatkan kita bahwa meskipun teknologi reproduksi berbantuan membawa harapan bagi banyak keluarga, tekanan psikologis selama proses tersebut sering kali terabaikan. Bagi pasangan yang merencanakan atau sedang menjalani IVF, memahami potensi fluktuasi emosional ini dan mempersiapkan diri secara psikologis sebelumnya sangatlah penting. Tim medis juga harus memasukkan konseling psikologis ke dalam perawatan rutin untuk membantu pasien menghadapi berbagai tantangan selama perawatan.

Selain itu, pembentukan sistem dukungan sosial juga sama pentingnya. Pemahaman dan kebersamaan dari keluarga dan teman dapat memberikan dukungan emosional yang penting bagi pasangan yang menjalani IVF. Membahas pengalaman ini secara terbuka membantu memecah keheningan, mengurangi perasaan kesepian, dan membuat lebih banyak orang menyadari bahwa reaksi emosional ini adalah normal dan patut mendapat perhatian.

Sumber: The Times. Artikel ini adalah laporan yang disusun untuk referensi informasi umum.

Penulis LinkedIVF TeamDiterbitkan 2026-10-07
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya