Berita | Struktur Sperma dan Kesuburan: Peran Cylicin dalam Pembentukan Sperma
Sebuah studi yang diterbitkan di eLife menggunakan penyuntingan gen CRISPR/Cas9 untuk meneliti peran cylicin dalam spermiogenesis dan kesuburan pria pada tikus dan manusia. Cylicin merupakan komponen penting struktur kepala sperma, dan ketiadaannya menyebabkan morfologi serta fungsi sperma abnormal yang dapat mengganggu kesuburan.
Peran Utama Cylicin dalam Spermiogenesis
Spermiogenesis adalah proses kompleks yang mengubah spermatid bulat menjadi sperma matang dan melibatkan kondensasi DNA serta perkembangan akrosom dan flagelum. Proses ini bergantung pada teka perinuklear (PT), struktur sitoskeletal sperma khusus yang komponen utamanya mencakup cylicin 1 (Cylc1) dan cylicin 2 (Cylc2).
Peneliti menemukan bahwa cylicin menambatkan akrosom ke membran inti selama pembentukan akrosom. Tanpa cylicin, akrosom terpisah dari membran inti dan pembentukan kepala sperma terganggu. Ketiadaannya juga menyebabkan kelainan pada struktur lain yang terlibat dalam spermiogenesis, termasuk manchette yang memanjang berlebihan dan keterlambatan disassembly manchette, sehingga mengganggu pematangan sperma.
Analisis Evolusioner dan Relevansi Klinis
Analisis evolusioner gen cylicin pada mamalia menunjukkan bahwa Cylc1 dan Cylc2 berada dalam seleksi pemurnian, meskipun tekanan seleksi pada Cylc1 relatif lemah, yang menunjukkan adanya redundansi fungsi. Hal ini dapat menjelaskan mengapa hilangnya Cylc1 menyebabkan subfertilitas, sedangkan hilangnya Cylc2 menyebabkan infertilitas total. Satu alel Cylc2 yang fungsional juga dapat sebagian mengompensasi ketiadaan Cylc1.
Pasien manusia dengan varian gen cylicin menunjukkan kelainan sperma dan infertilitas yang serupa dengan yang terlihat pada tikus. Studi ini juga mencatat bahwa beberapa pria dengan varian CYLC2 heterozigot tidak sepenuhnya infertil, tetapi mengalami kesulitan untuk hamil secara alami.
Signifikansi
Dengan membandingkan model tikus dengan kasus pada manusia, studi ini memberikan uraian komprehensif pertama mengenai pentingnya cylicin dalam perkembangan sperma. Penelitian selanjutnya dapat memperjelas bagaimana varian cylicin memengaruhi infertilitas manusia dan mengidentifikasi target diagnosis serta pengobatan baru untuk infertilitas pria.
Sumber artikel:
Dikumpulkan secara daring
Penulis LinkedIVF TeamDiterbitkan 2024-09-09
Artikel ini menggunakan bantuan AI; LinkedIVF belum mencatat tinjauan editorial untuk artikel ini. Ini bukan nasihat medis.
Berita | Struktur Sperma dan Fertilitas: Peran Cylicins dalam Pembentukan Sperma
Berita | Struktur Sperma dan Kesuburan: Peran Cylicin dalam Pembentukan Sperma
Sebuah studi yang diterbitkan di eLife menggunakan penyuntingan gen CRISPR/Cas9 untuk meneliti peran cylicin dalam spermiogenesis dan kesuburan pria pada tikus dan manusia. Cylicin merupakan komponen penting struktur kepala sperma, dan ketiadaannya menyebabkan morfologi serta fungsi sperma abnormal yang dapat mengganggu kesuburan.
Peran Utama Cylicin dalam Spermiogenesis
Spermiogenesis adalah proses kompleks yang mengubah spermatid bulat menjadi sperma matang dan melibatkan kondensasi DNA serta perkembangan akrosom dan flagelum. Proses ini bergantung pada teka perinuklear (PT), struktur sitoskeletal sperma khusus yang komponen utamanya mencakup cylicin 1 (Cylc1) dan cylicin 2 (Cylc2).
Peneliti menemukan bahwa cylicin menambatkan akrosom ke membran inti selama pembentukan akrosom. Tanpa cylicin, akrosom terpisah dari membran inti dan pembentukan kepala sperma terganggu. Ketiadaannya juga menyebabkan kelainan pada struktur lain yang terlibat dalam spermiogenesis, termasuk manchette yang memanjang berlebihan dan keterlambatan disassembly manchette, sehingga mengganggu pematangan sperma.
Analisis Evolusioner dan Relevansi Klinis
Analisis evolusioner gen cylicin pada mamalia menunjukkan bahwa Cylc1 dan Cylc2 berada dalam seleksi pemurnian, meskipun tekanan seleksi pada Cylc1 relatif lemah, yang menunjukkan adanya redundansi fungsi. Hal ini dapat menjelaskan mengapa hilangnya Cylc1 menyebabkan subfertilitas, sedangkan hilangnya Cylc2 menyebabkan infertilitas total. Satu alel Cylc2 yang fungsional juga dapat sebagian mengompensasi ketiadaan Cylc1.
Pasien manusia dengan varian gen cylicin menunjukkan kelainan sperma dan infertilitas yang serupa dengan yang terlihat pada tikus. Studi ini juga mencatat bahwa beberapa pria dengan varian CYLC2 heterozigot tidak sepenuhnya infertil, tetapi mengalami kesulitan untuk hamil secara alami.
Signifikansi
Dengan membandingkan model tikus dengan kasus pada manusia, studi ini memberikan uraian komprehensif pertama mengenai pentingnya cylicin dalam perkembangan sperma. Penelitian selanjutnya dapat memperjelas bagaimana varian cylicin memengaruhi infertilitas manusia dan mengidentifikasi target diagnosis serta pengobatan baru untuk infertilitas pria.
Sumber artikel:
Dikumpulkan secara daring