Berita | Dampak Jangka Panjang COVID-19 pada Kesuburan Pria: Penurunan Kualitas Sperma dan Kadar Hormon



Berita | Dampak Jangka Panjang COVID-19 pada Kesuburan Pria: Penurunan Kualitas Sperma dan Kadar Hormon


Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di PLOS ONE menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 mungkin memiliki dampak negatif jangka panjang pada kesuburan pria, terutama kualitas air mani dan kadar hormon seks. Melalui tinjauan sistematis dan analisis data, studi ini menelaah bagaimana COVID-19 menurunkan jumlah, motilitas, dan konsentrasi sperma serta memengaruhi hormon penting seperti testosteron.


Analisis terperinci menemukan penurunan signifikan pada volume air mani, konsentrasi, motilitas, dan viabilitas sperma setelah infeksi. Meskipun beberapa pengobatan memperbaiki ukuran kesuburan tertentu, dampaknya terbatas dan tidak sepenuhnya memulihkan tingkat sebelum infeksi.


Gambar aset umum Huaban tentang melawan kuman_193734776.png


Bagaimana COVID-19 Memengaruhi Kesuburan?

SARS-CoV-2 memasuki sel dengan berikatan pada reseptor **enzim pengonversi angiotensin 2 (ACE-2)**, yang tersebar luas di organ termasuk paru-paru, ginjal, jantung, dan testis. Oleh karena itu, COVID-19 mungkin tidak hanya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi juga organ penting lainnya, termasuk sistem reproduksi pria.


Karena reseptor ACE-2 terdapat pada testis, infeksi dapat menyebabkan peradangan testis dan menurunkan kualitas air mani. Hal ini dapat melibatkan penurunan jumlah, konsentrasi, dan motilitas sperma, serta perubahan morfologi sperma. COVID-19 juga dapat mengganggu hormon pria, termasuk penurunan testosteron serta peningkatan kadar prolaktin dan estrogen, yang berpotensi semakin mengganggu kesuburan.


Apakah Pengobatan Dapat Memulihkan Kesuburan?

Meskipun pengobatan COVID-19 memperbaiki beberapa ukuran kesuburan, pengobatan tersebut tidak cukup untuk sepenuhnya memulihkan kesuburan sebelum infeksi. Ukuran utama seperti konsentrasi dan motilitas sperma tetap berada di bawah tingkat normal sebelum infeksi setelah pengobatan. Pada pria yang dinilai sebelum dan sesudah infeksi, morfologi sperma secara keseluruhan tidak berubah signifikan, meskipun beberapa penurunan individu diamati.


Dampak Jangka Panjang dan Prospek Masa Depan

Meskipun studi ini mengidentifikasi dampak negatif COVID-19 pada kesuburan pria, penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai dampak jangka panjangnya. Studi mendatang akan berfokus pada dampak menetap virus pada sistem reproduksi pria dan pengobatan potensial. Temuan saat ini menunjukkan bahwa pria yang pernah mengalami COVID-19 sebaiknya memantau kesehatan reproduksi mereka dan menjalani evaluasi medis jika muncul gejala terkait.


Sumber artikel:

Dikumpulkan secara daring

Diterbitkan 2024-09-15
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya