Berita | Suntikan PRP Meningkatkan Cadangan Ovarium pada Model Tikus
Sebuah studi di Aging, yang tercantum di MEDLINE/PubMed sebagai Aging (Albany NY), menemukan bahwa suntikan plasma kaya trombosit (PRP) intraovarium meningkatkan jumlah dan kualitas embrio pada tikus dengan cadangan ovarium menurun akibat kemoterapi. Temuan ini dapat menawarkan arah terapi baru bagi wanita dengan penuaan ovarium prematur atau cadangan ovarium menurun.
Penuaan ovarium secara bertahap mengurangi jumlah dan kualitas sel telur serta memengaruhi kesuburan. Seiring penundaan usia melahirkan, lebih banyak pasien mengalami respons ovarium buruk (POR) atau insufisiensi ovarium primer (POI). Suntikan PRP merupakan pendekatan baru yang menunjukkan potensi efek positif.
Studi ini dilakukan oleh ilmuwan termasuk Mauro Cozzolino, Yagmur Ergun, Denis A. Seli, dan Sonia Herraiz dari IVIRMA Global Research Alliance. Para peneliti menginduksi POR dan POI pada tikus CD1 dengan kemoterapi dosis tinggi, lalu memberikan PRP atau suntikan tiruan.
PRP secara signifikan meningkatkan jumlah dan kualitas blastokista yang terbentuk pada tikus dengan kerusakan ovarium terkait kemoterapi. Tim juga menganalisis protein PRP dan menilai efek reproduksi pada beberapa galur tikus.
Para penulis menyatakan, "Secara keseluruhan, temuan kami menunjukkan bahwa suntikan PRP lokal dapat berdampak positif pada pembentukan dan kualitas blastokista." Temuan ini dapat mendukung penelitian klinis lebih lanjut.
Sumber:
Dihimpun dari internet
Diterbitkan 2024-09-25
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Berita | Suntikan PRP Meningkatkan Cadangan Ovarium pada Model Tikus
Berita | Suntikan PRP Meningkatkan Cadangan Ovarium pada Model Tikus
Sebuah studi di Aging, yang tercantum di MEDLINE/PubMed sebagai Aging (Albany NY), menemukan bahwa suntikan plasma kaya trombosit (PRP) intraovarium meningkatkan jumlah dan kualitas embrio pada tikus dengan cadangan ovarium menurun akibat kemoterapi. Temuan ini dapat menawarkan arah terapi baru bagi wanita dengan penuaan ovarium prematur atau cadangan ovarium menurun.
Penuaan ovarium secara bertahap mengurangi jumlah dan kualitas sel telur serta memengaruhi kesuburan. Seiring penundaan usia melahirkan, lebih banyak pasien mengalami respons ovarium buruk (POR) atau insufisiensi ovarium primer (POI). Suntikan PRP merupakan pendekatan baru yang menunjukkan potensi efek positif.
Studi ini dilakukan oleh ilmuwan termasuk Mauro Cozzolino, Yagmur Ergun, Denis A. Seli, dan Sonia Herraiz dari IVIRMA Global Research Alliance. Para peneliti menginduksi POR dan POI pada tikus CD1 dengan kemoterapi dosis tinggi, lalu memberikan PRP atau suntikan tiruan.
PRP secara signifikan meningkatkan jumlah dan kualitas blastokista yang terbentuk pada tikus dengan kerusakan ovarium terkait kemoterapi. Tim juga menganalisis protein PRP dan menilai efek reproduksi pada beberapa galur tikus.
Para penulis menyatakan, "Secara keseluruhan, temuan kami menunjukkan bahwa suntikan PRP lokal dapat berdampak positif pada pembentukan dan kualitas blastokista." Temuan ini dapat mendukung penelitian klinis lebih lanjut.
Sumber:
Dihimpun dari internet