Berita | Data Menunjukkan Kelahiran di Negara Bagian New York Turun 13% karena Proporsi Wanita di Atas 35 Terus Meningkat
Data baru dari Program on Applied Demographics (PAD) di Jeb E. Brooks School of Public Policy, Universitas Cornell, menunjukkan bahwa angka kelahiran Negara Bagian New York terus menurun seiring lebih banyak wanita menunda persalinan.
Sekitar 241,312 bayi lahir di Negara Bagian New York pada 2011, dibandingkan dengan 210,742 pada 2021, penurunan sebesar 13%.
Fertilitas New York tetap rendah dan jauh di bawah tingkat penggantian
Angka fertilitas total New York (TFR), rata-rata jumlah anak yang diperkirakan akan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya, turun dari 1.85 pada 2009 menjadi 1.55 pada 2021. Angka ini jauh di bawah rata-rata AS sebesar 1.71 dan tingkat penggantian sebesar 2.1, ambang batas untuk mempertahankan populasi yang stabil.
Persalinan tertunda seiring angka kelahiran meningkat pada wanita di atas 35
Usia rata-rata saat kelahiran pertama di New York juga terus meningkat. Pada 2021, usia tersebut mencapai 28.9 tahun, lebih dari satu tahun lebih lambat daripada rata-rata 2011 sebesar 27.2.
Meskipun angka kelahiran meningkat secara signifikan pada wanita berusia 35 hingga 44, peningkatan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi penurunan angka pada wanita yang lebih muda.
Peneliti PAD Leslie Reynolds mengatakan, “Negara Bagian New York memiliki karakteristik geografis dan keragaman populasi yang unik, sehingga selain menelaah angka kelahiran secara keseluruhan, tren lokal dan tingkat kabupaten harus dianalisis untuk mengembangkan kebijakan yang lebih terarah.”
Perbedaan regional yang mencolok di seluruh New York
Angka fertilitas sangat bervariasi di seluruh negara bagian:
Angka tertinggi terdapat di kabupaten Rockland, Jefferson, dan Orange;
Angka terendah terdapat di Kabupaten Otsego, Kota New York (Manhattan), dan Kabupaten Tompkins.
Struktur keluarga: Proporsi rumah tangga ibu tunggal meningkat
Pada 2021, rumah tangga dengan bayi memiliki struktur sebagai berikut:
65% terdiri atas pasangan menikah berlainan jenis kelamin;
17% adalah rumah tangga ibu tunggal;
13% terdiri atas pasangan yang tinggal bersama dari semua gender;
5% dikepalai oleh ayah tunggal.
Seiring anak bertambah besar, proporsi pasangan menikah menurun sementara proporsi rumah tangga ibu tunggal semakin meningkat.
Temuan lain: Jumlah bayi laki-laki sedikit lebih banyak dan nama populer memimpin tren
Sekitar 4,270 lebih banyak bayi laki-laki daripada bayi perempuan lahir di Negara Bagian New York pada 2021. Pada 2020, Liam, Noah, dan Olivia merupakan nama bayi paling populer di kalangan orang tua New York.
Penurunan fertilitas menimbulkan tantangan kebijakan dan infrastruktur
Negara Bagian New York dan kawasan timur laut Amerika Serikat yang lebih luas menghadapi tantangan gabungan berupa penurunan fertilitas dan populasi menua. Tren ini memengaruhi struktur populasi dan akan berdampak luas pada perumusan kebijakan serta perencanaan infrastruktur.
Para ahli mengatakan bahwa perhatian lebih besar terhadap tren demografis lokal akan diperlukan untuk menangani masalah sosial yang ditimbulkan oleh perubahan ini secara lebih tepat.
Sumber:
Dikumpulkan dari internet
Diterbitkan 2024-12-17
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Berita | Data Menunjukkan Kelahiran di Negara Bagian New York Turun 13% karena Proporsi Wanita di Atas 35 Terus Meningkat
Berita | Data Menunjukkan Kelahiran di Negara Bagian New York Turun 13% karena Proporsi Wanita di Atas 35 Terus Meningkat
Data baru dari Program on Applied Demographics (PAD) di Jeb E. Brooks School of Public Policy, Universitas Cornell, menunjukkan bahwa angka kelahiran Negara Bagian New York terus menurun seiring lebih banyak wanita menunda persalinan.
Sekitar 241,312 bayi lahir di Negara Bagian New York pada 2011, dibandingkan dengan 210,742 pada 2021, penurunan sebesar 13%.
Fertilitas New York tetap rendah dan jauh di bawah tingkat penggantian
Angka fertilitas total New York (TFR), rata-rata jumlah anak yang diperkirakan akan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya, turun dari 1.85 pada 2009 menjadi 1.55 pada 2021. Angka ini jauh di bawah rata-rata AS sebesar 1.71 dan tingkat penggantian sebesar 2.1, ambang batas untuk mempertahankan populasi yang stabil.
Persalinan tertunda seiring angka kelahiran meningkat pada wanita di atas 35
Usia rata-rata saat kelahiran pertama di New York juga terus meningkat. Pada 2021, usia tersebut mencapai 28.9 tahun, lebih dari satu tahun lebih lambat daripada rata-rata 2011 sebesar 27.2.
Meskipun angka kelahiran meningkat secara signifikan pada wanita berusia 35 hingga 44, peningkatan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi penurunan angka pada wanita yang lebih muda.
Peneliti PAD Leslie Reynolds mengatakan, “Negara Bagian New York memiliki karakteristik geografis dan keragaman populasi yang unik, sehingga selain menelaah angka kelahiran secara keseluruhan, tren lokal dan tingkat kabupaten harus dianalisis untuk mengembangkan kebijakan yang lebih terarah.”
Perbedaan regional yang mencolok di seluruh New York
Angka fertilitas sangat bervariasi di seluruh negara bagian:
Angka tertinggi terdapat di kabupaten Rockland, Jefferson, dan Orange;
Angka terendah terdapat di Kabupaten Otsego, Kota New York (Manhattan), dan Kabupaten Tompkins.
Struktur keluarga: Proporsi rumah tangga ibu tunggal meningkat
Pada 2021, rumah tangga dengan bayi memiliki struktur sebagai berikut:
65% terdiri atas pasangan menikah berlainan jenis kelamin;
17% adalah rumah tangga ibu tunggal;
13% terdiri atas pasangan yang tinggal bersama dari semua gender;
5% dikepalai oleh ayah tunggal.
Seiring anak bertambah besar, proporsi pasangan menikah menurun sementara proporsi rumah tangga ibu tunggal semakin meningkat.
Temuan lain: Jumlah bayi laki-laki sedikit lebih banyak dan nama populer memimpin tren
Sekitar 4,270 lebih banyak bayi laki-laki daripada bayi perempuan lahir di Negara Bagian New York pada 2021. Pada 2020, Liam, Noah, dan Olivia merupakan nama bayi paling populer di kalangan orang tua New York.
Penurunan fertilitas menimbulkan tantangan kebijakan dan infrastruktur
Negara Bagian New York dan kawasan timur laut Amerika Serikat yang lebih luas menghadapi tantangan gabungan berupa penurunan fertilitas dan populasi menua. Tren ini memengaruhi struktur populasi dan akan berdampak luas pada perumusan kebijakan serta perencanaan infrastruktur.
Para ahli mengatakan bahwa perhatian lebih besar terhadap tren demografis lokal akan diperlukan untuk menangani masalah sosial yang ditimbulkan oleh perubahan ini secara lebih tepat.
Sumber:
Dikumpulkan dari internet