Berita | Studi Oregon: Menghentikan THC Dapat Membantu Memulihkan Kesuburan Pria



Berita | Studi Oregon: Menghentikan THC Dapat Membantu Memulihkan Kesuburan Pria


Seiring meluasnya legalisasi ganja, semakin banyak penelitian menelaah pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi pria. Studi baru dari Oregon Health & Science University (OHSU) menunjukkan bahwa penggunaan tetrahidrokanabinol (THC) jangka panjang dapat berdampak signifikan pada kesuburan pria, tetapi setidaknya sebagian dampaknya mungkin berbalik setelah penggunaan THC dihentikan.


Aset Petal_seri umum latar tempat perawatan medis nyata_193637623.jpg


Pengaruh THC terhadap kesuburan pria

THC adalah komponen psikoaktif utama ganja dan digunakan secara luas, terutama di kalangan pria usia reproduktif di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Data keamanan masih terbatas, dan banyak pengguna mungkin tidak mengetahui potensi dampaknya terhadap reproduksi. Pada 2022, peneliti OHSU menemukan bahwa penggunaan THC kronis dapat berdampak signifikan pada kesehatan dan hasil reproduksi primata nonmanusia, tetapi belum diketahui apakah dampaknya permanen.


Temuan baru yang diterbitkan dalam Fertility & Sterility menunjukkan bahwa penghentian THC dapat membalikkan sebagian dampak tersebut. Studi ini termasuk yang pertama menunjukkan pemulihan sebagian dari dampak buruk reproduksi pria setelah penggunaan THC kronis berakhir.


Metode dan temuan

Peneliti meningkatkan dosis THC secara bertahap pada primata nonmanusia selama sekitar tujuh bulan. Mereka memeriksa organ reproduksi, jaringan testis, serta jumlah dan kualitas sperma. Paparan THC secara signifikan mengurangi ukuran testis dan mengubah kadar hormon reproduksi pria, sehingga berdampak buruk pada kesuburan. Paparan ini juga mengubah regulasi gen dalam sperma, termasuk gen yang terlibat dalam perkembangan sistem saraf dan beberapa yang terkait dengan gangguan spektrum autisme.


Sekitar empat bulan setelah paparan THC dihentikan, beberapa dampak buruk telah berbalik, yang menunjukkan bahwa kerusakan akibat penggunaan jangka panjang mungkin dapat pulih sebagian.


Makna penghentian THC bagi kesehatan reproduksi

Penulis utama Dr. Jamie Lo, profesor madya obstetri dan ginekologi di OHSU, mengatakan: “Studi ini menunjukkan bahwa setidaknya empat bulan setelah menghentikan THC, sebagian efek THC terhadap kesuburan pria dapat berbalik sebagian. Temuan ini memungkinkan kami memberikan panduan yang lebih spesifik kepada pasien yang merencanakan kehamilan dengan keyakinan lebih besar.”


Temuan ini penting bagi klinisi dan pasien yang merencanakan kehamilan. Temuan ini menyediakan informasi yang lebih spesifik dan berbasis bukti serta dapat membantu dokter membimbing pasien yang ingin memiliki anak.


Prospek penelitian

Tim OHSU menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme biologis pemulihan. Penelitian mendatang akan menelaah penggunaan THC jangka panjang, pengaruh berbagai metode penggunaan seperti merokok dan vaping, serta potensi dampak pada perkembangan janin dan keturunan.


Dr. Jason C. Hedges, profesor madya urologi di OHSU, mengatakan: “Remaja dan dewasa muda mungkin belum memikirkan perencanaan keluarga, tetapi bahkan penggunaan THC sedang dapat memengaruhi hasil reproduksi. Tenaga kesehatan perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap masalah ini.”


Kesimpulan

Seiring meluasnya legalisasi ganja, dampak reproduksi THC semakin mendapat perhatian publik dan ilmiah. Studi OHSU ini menawarkan wawasan baru tentang potensi risiko kesuburan dan informasi yang lebih terarah bagi pasien yang merencanakan keluarga.


Sumber berita:

Dikompilasi dari sumber daring

Penulis LinkedIVF TeamDiterbitkan 2025-01-04
Artikel ini menggunakan bantuan AI; LinkedIVF belum mencatat tinjauan editorial untuk artikel ini. Ini bukan nasihat medis.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya