Berita | Dapatkah Vaksinasi COVID-19 Memengaruhi Siklus Menstruasi?



Berita | Dapatkah Vaksinasi COVID-19 Memengaruhi Siklus Menstruasi?


Sebuah studi di AS meneliti dampak vaksinasi COVID-19 terhadap siklus menstruasi perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa vaksinasi dapat menyebabkan perubahan kecil pada panjang siklus, tetapi perubahan ini biasanya bersifat sementara dan tidak menetap.


Aset Petal_Latar belakang virus umum bioteknologi sintetis bergaya teknologi_193608725.png


Latar belakang:


Hingga April 2022, lebih dari 11,000 perempuan telah melaporkan keluhan menstruasi kepada Sistem Pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan Vaksin Amerika Serikat (VAERS), termasuk perubahan panjang siklus, perdarahan menstruasi yang lebih banyak, dan menstruasi tidak teratur. Laporan kasus ini mendorong peneliti menyelidiki potensi hubungan antara vaksinasi dan perubahan siklus menstruasi serta memberikan lebih banyak informasi kepada dokter untuk memberi konseling kepada perempuan mengenai kesehatan menstruasi setelah vaksinasi COVID-19.


Metode:


Studi ini menggunakan data dari Apple Women's Health Study (AWHS) untuk menganalisis hubungan antara vaksinasi COVID-19 dan panjang siklus menstruasi. Peneliti membandingkan data siklus menstruasi sebelum dan sesudah vaksinasi, dengan fokus pada dampak waktu vaksinasi dan jenis vaksin.


Peserta adalah perempuan di Amerika Serikat berusia 18 atau lebih yang memiliki iPhone dan dapat melacak siklus menstruasi dengan aplikasi Apple Health. Saat pendaftaran, peserta memberikan informasi dasar tentang menstruasi dan demografi, kemudian mengisi survei bulanan mengenai kesehatan menstruasi mereka. Tim peneliti juga menanyakan tanggal vaksinasi, jenis vaksin, dan gejala dalam 48 jam setelah vaksinasi.


Temuan:


Analisis mencakup 128,094 siklus menstruasi dari 9,652 peserta, dengan rata-rata 13 siklus tercatat per peserta. Siklus menstruasi umumnya menjadi sedikit lebih panjang setelah vaksinasi. Vaksin Janssen dosis tunggal dikaitkan dengan peningkatan sekitar 1.26 hari. Namun, peningkatan tersebut kecil dan sementara, dan panjang siklus secara bertahap kembali ke tingkat sebelum vaksinasi seiring waktu.


Menariknya, waktu vaksinasi dalam siklus menstruasi memengaruhi panjang siklus secara berbeda. Vaksinasi pada fase folikuler dikaitkan dengan siklus berikutnya yang sedikit lebih panjang, sedangkan pemberian dosis kedua pada fase luteal dikaitkan dengan siklus berikutnya yang lebih pendek. Secara keseluruhan, dampaknya terhadap siklus menstruasi kecil dan tidak menetap.


Kesimpulan:


Studi ini menunjukkan bahwa dampak vaksinasi COVID-19 terhadap siklus menstruasi tidak berbahaya dan vaksinasi tidak berdampak buruk pada kesuburan perempuan. Walaupun vaksinasi dapat sedikit memperpanjang siklus menstruasi, perubahan tersebut biasanya sementara dan tidak memengaruhi kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar perubahan menstruasi sementara tidak menghalangi perempuan untuk menerima vaksin COVID-19.


Studi Telah Ditelaah Sejawat:


Artikel ini awalnya didasarkan pada laporan ilmiah pendahuluan yang belum melalui telaah sejawat. Sejak versi awal dirilis, laporan tersebut telah melalui telaah sejawat dan diterima untuk diterbitkan di npj Digital Medicine. Tautan ke versi yang telah melalui telaah sejawat dan laporan pendahuluan tersedia di bagian sumber pada akhir artikel.


Sumber cerita:

Dihimpun dari internet

Penulis LinkedIVF TeamDiterbitkan 2025-04-28
Artikel ini menggunakan bantuan AI; LinkedIVF belum mencatat tinjauan editorial untuk artikel ini. Ini bukan nasihat medis.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya