Berita | Studi Menemukan Hubungan Langsung antara Mikrobiota Usus dan Penuaan Ovarium, dengan Hasil Hewan yang Tak Terduga



Berita | Studi Menemukan Hubungan Langsung antara Mikrobiota Usus dan Penuaan Ovarium, dengan Hasil Hewan yang Tak Terduga


Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Nature Aging menemukan bahwa transplantasi mikrobiota usus dari tikus betina yang lebih tua secara signifikan meningkatkan fungsi ovarium dan kesuburan pada tikus muda. Temuan ini memberikan bukti eksperimental pertama bahwa mikrobioma usus mungkin berperan langsung dalam penuaan ovarium.


Penulis korespondensi Bérénice Benayoun, profesor madya di USC Leonard Davis School of Gerontology, mengatakan: “Hasilnya menunjukkan adanya komunikasi dua arah antara ovarium dan mikrobiota usus, serta bahwa komunikasi ini berubah seiring usia.”


Aset Petal_sel_185324649.jpg


Rancangan Studi: Membentuk Kembali Mikrobiota

Dalam percobaan tersebut, peneliti terlebih dahulu menggunakan antibiotik untuk menghilangkan mikrobiota usus yang ada pada tikus betina dewasa muda. Mereka kemudian melakukan transplantasi mikrobiota feses untuk membangun kembali mikrobioma “dari awal.” Donornya adalah tikus betina muda atau tikus betina yang lebih tua dalam kondisi “estropause”, yaitu keadaan yang serupa dengan pascamenopause pada manusia.


Penulis pertama Min Hoo Kim, peneliti pascadoktoral di laboratorium Benayoun, mencatat bahwa tim tersebut awalnya memperkirakan mikrobiota yang lebih tua akan mengganggu fungsi ovarium, tetapi hasilnya justru sebaliknya.


Tanda Molekuler “Pembalikan Usia”

Pada tikus yang menerima mikrobiota lebih tua, profil transkriptomik sel ovarium lebih menyerupai kondisi yang lebih muda. Penanda inflamasi pada jaringan ovarium juga menurun secara signifikan. Inflamasi secara luas dianggap sebagai salah satu ciri biologis penting penuaan jaringan.


Perbaikan tidak hanya terlihat pada jaringan, tetapi juga pada hasil reproduksi. Tikus yang menerima mikrobiota lebih tua memiliki tingkat keberhasilan berkembang biak lebih tinggi dibandingkan tikus yang menerima mikrobiota muda. Para peneliti mengatakan: “Beberapa tikus yang menerima mikrobiota muda tidak pernah menghasilkan keturunan, sedangkan setiap tikus yang menerima mikrobiota lebih tua berhasil bereproduksi.”


Mekanisme yang Mungkin: Kompensasi oleh Mikrobiota Terkait Estrogen

Tim peneliti mengusulkan bahwa kuncinya mungkin adalah “estrobolome”, sekelompok mikroorganisme usus yang terlibat dalam metabolisme estrogen. Mikroorganisme ini bekerja bersama sinyal reproduksi untuk mempertahankan keseimbangan hormon.


Seiring ovarium menua, responsnya terhadap sinyal mikroba menurun, dan mikrobiota terkait mungkin mengompensasinya dengan meningkatkan pensinyalan molekuler. Ketika mikrobiota dengan “ekspresi tinggi” ini ditransplantasikan ke lingkungan ovarium muda yang lebih peka terhadap sinyal tersebut, mikrobiota ini mungkin menghasilkan rangsangan reproduksi yang lebih kuat.


Potensi Makna Klinis: Cara Baru Menunda Menopause?

Artikel ini mengidentifikasi beberapa spesies bakteri dan jalur metabolik yang mungkin berperan dalam “komunikasi usus-ovarium.” Meskipun bukti saat ini terbatas pada model tikus, penelitian ini memberikan dasar teoretis bagi strategi anti-penuaan reproduksi yang didasarkan pada modulasi mikrobioma.


Benayoun menekankan bahwa penuaan ovarium tidak hanya memengaruhi kesuburan, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan demensia. Menopause lebih dini berkaitan dengan usia hidup yang lebih pendek.


Ia mengatakan: “Menopause tidak sekadar berarti berakhirnya kesuburan; menopause berdampak luas pada kesehatan perempuan secara keseluruhan. Jika kita dapat secara efektif menunda menopause, kita mungkin dapat membantu perempuan hidup lebih lama dan lebih sehat.”


Tim peneliti selanjutnya akan mengeksplorasi apakah modifikasi mikrobiota secara presisi dapat mendukung kesuburan dan penuaan sehat perempuan.


Sumber berita:

Dikumpulkan secara daring

Diterbitkan 2026-03-04
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya