Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) terjadi ketika ovarium bereaksi berlebihan terhadap stimulasi hormon. Kondisi ini biasanya memengaruhi perempuan yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF) dan menerima suntikan perangsang folikel. OHSS menyebabkan ovarium membengkak dan nyeri serta kemungkinan kebocoran cairan. Kondisi ini bukan penyakit kronis, tetapi tanpa perawatan segera dapat menyebabkan komplikasi serius.
1. Penyebab OHSS
OHSS terutama dipicu oleh gonadotropin korionik manusia (HCG). HCG diproduksi oleh sel plasenta yang membentuk embrio dan dapat terdeteksi dalam satu minggu setelah pembuahan. Kadar berlebihan dapat menyebabkan ovarium membengkak dan mengeluarkan cairan. Kadar HCG yang meningkat secara alami jarang menyebabkan OHSS; kondisi ini lebih umum selama perawatan kesuburan, terutama setelah suntikan HCG.
2. Gejala OHSS
Gejala berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga sakit berat. Gejala ringan meliputi kenaikan berat badan, kembung atau nyeri perut, mual, muntah, diare, dan nyeri tekan pada ovarium. Gejala berat dapat meliputi:
Kenaikan berat badan yang cepat atau berlebihan
Kesulitan bernapas
Berkurangnya buang air kecil
Gumpalan darah
Segera hubungi dokter jika gejala ini terjadi. Intervensi dini dapat mencegah komplikasi serius.
3. Diagnosis dan Perawatan
Jika gejala muncul selama perawatan kesuburan, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, USG, rontgen, dan tes darah untuk menilai tingkat keparahan serta merencanakan perawatan.
OHSS ringan biasanya dapat ditangani dengan lebih banyak cairan, istirahat secukupnya, dan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Sebagian besar kasus ringan pulih dalam dua minggu. OHSS berat mungkin memerlukan rawat inap, cairan intravena, obat, dan pengeluaran cairan dari perut.
4. Pencegahan
Dokter menyesuaikan perawatan kesuburan untuk mengurangi risiko OHSS. Langkahnya meliputi penyesuaian dosis HCG, penggunaan obat untuk mengurangi aktivitas ovarium, dan penghentian suntikan HCG bila diperlukan. Selama IVF, dokter dapat merekomendasikan pengambilan dan pembekuan sel telur matang agar ovarium memiliki waktu untuk pulih.
Risiko dan Komplikasi
Komplikasi dapat berat atau fatal. Kebocoran cairan dapat meningkatkan tekanan perut dan menyebabkan dehidrasi, yang mengakibatkan gumpalan darah yang mengancam jiwa di tungkai atau paru-paru. Pengenalan dini dan intervensi sangat penting.
Kapan Harus Menghubungi Dokter
Selama perawatan kesuburan, segera hubungi dokter jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri perut berat, tidak dapat makan atau minum, kenaikan berat badan harian lebih dari 2 pon, pusing, atau berkurangnya buang air kecil.
Sumber artikel:
Dikumpulkan dari internet
Diterbitkan 2024-08-13
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Pengetahuan | Sindrom Hiperstimulasi Ovarium: Risiko Tersembunyi Perawatan Kesuburan
Pengetahuan | Sindrom Hiperstimulasi Ovarium: Risiko Tersembunyi Perawatan Kesuburan
Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) terjadi ketika ovarium bereaksi berlebihan terhadap stimulasi hormon. Kondisi ini biasanya memengaruhi perempuan yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF) dan menerima suntikan perangsang folikel. OHSS menyebabkan ovarium membengkak dan nyeri serta kemungkinan kebocoran cairan. Kondisi ini bukan penyakit kronis, tetapi tanpa perawatan segera dapat menyebabkan komplikasi serius.
1. Penyebab OHSS
OHSS terutama dipicu oleh gonadotropin korionik manusia (HCG). HCG diproduksi oleh sel plasenta yang membentuk embrio dan dapat terdeteksi dalam satu minggu setelah pembuahan. Kadar berlebihan dapat menyebabkan ovarium membengkak dan mengeluarkan cairan. Kadar HCG yang meningkat secara alami jarang menyebabkan OHSS; kondisi ini lebih umum selama perawatan kesuburan, terutama setelah suntikan HCG.
2. Gejala OHSS
Gejala berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga sakit berat. Gejala ringan meliputi kenaikan berat badan, kembung atau nyeri perut, mual, muntah, diare, dan nyeri tekan pada ovarium. Gejala berat dapat meliputi:
Kenaikan berat badan yang cepat atau berlebihan
Kesulitan bernapas
Berkurangnya buang air kecil
Gumpalan darah
Segera hubungi dokter jika gejala ini terjadi. Intervensi dini dapat mencegah komplikasi serius.
3. Diagnosis dan Perawatan
Jika gejala muncul selama perawatan kesuburan, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, USG, rontgen, dan tes darah untuk menilai tingkat keparahan serta merencanakan perawatan.
OHSS ringan biasanya dapat ditangani dengan lebih banyak cairan, istirahat secukupnya, dan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Sebagian besar kasus ringan pulih dalam dua minggu. OHSS berat mungkin memerlukan rawat inap, cairan intravena, obat, dan pengeluaran cairan dari perut.
4. Pencegahan
Dokter menyesuaikan perawatan kesuburan untuk mengurangi risiko OHSS. Langkahnya meliputi penyesuaian dosis HCG, penggunaan obat untuk mengurangi aktivitas ovarium, dan penghentian suntikan HCG bila diperlukan. Selama IVF, dokter dapat merekomendasikan pengambilan dan pembekuan sel telur matang agar ovarium memiliki waktu untuk pulih.
Risiko dan Komplikasi
Komplikasi dapat berat atau fatal. Kebocoran cairan dapat meningkatkan tekanan perut dan menyebabkan dehidrasi, yang mengakibatkan gumpalan darah yang mengancam jiwa di tungkai atau paru-paru. Pengenalan dini dan intervensi sangat penting.
Kapan Harus Menghubungi Dokter
Selama perawatan kesuburan, segera hubungi dokter jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri perut berat, tidak dapat makan atau minum, kenaikan berat badan harian lebih dari 2 pon, pusing, atau berkurangnya buang air kecil.
Sumber artikel:
Dikumpulkan dari internet