Pengetahuan | Amenore pada Wanita: Penyebab dan Diagnosis



Pengetahuan | Amenore pada Perempuan: Penyebab dan Diagnosis


Amenore adalah tidak adanya menstruasi setelah pubertas pada seseorang yang tidak hamil atau menopause. Kondisi ini bukan sekadar siklus yang tidak teratur, melainkan tidak adanya menstruasi secara menyeluruh. Amenore bukan penyakit, tetapi dapat menjadi gejala kondisi kesehatan yang mendasari dan perlu didiskusikan dengan dokter.


Dokter menunjukkan rahim perempuan_106689205.jpg


1. Jenis Amenore

Ada dua jenis amenore:


Amenore primer: Belum mengalami menstruasi pertama pada usia 15.

Amenore sekunder: Menstruasi berhenti selama 3 bulan berturut-turut atau lebih setelah sebelumnya memiliki siklus teratur.


Gejala Amenore

Selain tidak menstruasi, gejala dapat bervariasi sesuai penyebab yang mendasari dan meliputi:


Nyeri panggul

Perubahan penglihatan

Sakit kepala

Jerawat

Kerontokan rambut

Peningkatan rambut wajah

Keluarnya cairan seperti susu dari puting

Tidak ada perkembangan payudara (amenore primer)


2. Penyebab Amenore

Penyebabnya bervariasi menurut jenisnya:


Kemungkinan penyebab amenore primer:


Penurunan fungsi ovarium

Masalah pada sistem saraf pusat atau kelenjar hipofisis

Kelainan organ reproduksi

Penyebab umum amenore sekunder:


Kehamilan

Menyusui

Menghentikan pil KB

Menopause

Metode kontrasepsi tertentu, seperti suntikan atau beberapa alat kontrasepsi dalam rahim

Penyebab lain meliputi stres, gizi buruk, depresi, perubahan berat badan yang ekstrem, sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyakit tiroid, dan tumor.


3. Diagnosis Amenore

Karena amenore memiliki banyak kemungkinan penyebab, dokter dapat menggunakan beberapa pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyebabnya. Pemeriksaan ini dapat meliputi:

Tes darah: Mengukur hormon seperti hormon perangsang folikel, hormon perangsang tiroid, prolaktin, dan androgen.

Pencitraan: USG, CT, atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) dapat membantu mengidentifikasi kelainan organ reproduksi atau tumor.

Uji provokasi hormon: Obat hormon diberikan untuk melihat apakah memicu perdarahan menstruasi dan menilai kemungkinan kekurangan estrogen.

Histeroskopi: Histeroskop digunakan untuk memeriksa bagian dalam rahim.

Skrining genetik dan pemeriksaan kromosom: Digunakan untuk mendeteksi perubahan genetik atau kromosom yang dapat menyebabkan amenore.

Pengobatan dan Perawatan

Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasari. Terapi penggantian hormon atau pil KB dapat memulihkan siklus menstruasi. Gangguan tiroid atau hipofisis dapat diobati dengan obat, sedangkan kelainan struktural mungkin memerlukan pembedahan. Mengelola stres, perubahan berat badan, atau depresi juga dapat membantu memulihkan menstruasi bila faktor-faktor ini memengaruhi siklus.

Mencatat perubahan siklus, gejala, obat-obatan, dan perubahan gaya hidup dapat membantu dokter mengidentifikasi penyebab serta menyusun rencana pengobatan yang efektif.


Sumber artikel:

Dihimpun dari internet

Diterbitkan 2024-09-09
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya