Pengetahuan | Pemeriksaan Infertilitas Wanita: Langkah Utama dalam Penilaian Kesuburan



Pengetahuan | Pemeriksaan Infertilitas Wanita: Langkah Penting dalam Evaluasi Kesuburan


Jika Anda dan pasangan telah mencoba hamil tanpa berhasil, Anda mungkin memerlukan evaluasi infertilitas. Para ahli menyarankan berkonsultasi dengan dokter setelah satu tahun mencoba jika usia Anda di bawah 35, atau setelah enam bulan jika usia Anda di atas 35.


Dokter, ruang pemeriksaan, pemeriksaan fisik, rumah sakit, Jepang, klinik medis, pasien, jas laboratorium, layanan kesehatan_9581382 (1).jpg


1. Evaluasi Infertilitas: Dari Riwayat Medis hingga Pemeriksaan

Selama evaluasi, dokter biasanya mengajukan pertanyaan rinci kepada kedua pasangan tentang kesehatan dan gaya hidup, termasuk:

Riwayat medis, terutama kondisi kronis atau operasi sebelumnya

Obat-obatan yang sedang digunakan

Merokok, konsumsi alkohol, asupan kafein, atau penggunaan narkoba

Paparan bahan kimia beracun, radiasi, atau bahaya lainnya

Dokter juga akan menanyakan kesehatan seksual:

Seberapa sering Anda berhubungan seksual

Riwayat kontrasepsi

Riwayat infeksi menular seksual

Kesulitan saat berhubungan seksual atau kekhawatiran terkait


2. Pemeriksaan Infertilitas Wanita

Penilaian kesuburan wanita biasanya mencakup beberapa pemeriksaan untuk mengidentifikasi kondisi yang dapat memengaruhi kehamilan. Salah satu pemeriksaan yang umum adalah tes Pap, yang dapat mendeteksi sel serviks abnormal atau infeksi yang dapat memengaruhi pembuahan.


Ovulasi setiap bulan sangat penting untuk kehamilan. Dokter mungkin meminta Anda memantau ovulasi di rumah dengan tes urine untuk hormon luteinizing (LH), atau menggunakan tes darah progesteron untuk memastikan bahwa ovulasi telah terjadi.


Anda juga dapat mengukur suhu tubuh basal setiap hari. Suhu ini sedikit meningkat setelah ovulasi, dan pemantauannya selama beberapa bulan dapat membantu mengidentifikasi pola ovulasi.


Pemeriksaan Organ Reproduksi

Dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan untuk menilai rahim, tuba falopi, dan ovarium:


Histerosalpingografi (HSG): Zat kontras disuntikkan ke dalam rahim dan dilakukan rontgen untuk memeriksa apakah tuba falopi terbuka serta apakah rahim memiliki kelainan struktural.

USG transvaginal: Probe USG dimasukkan ke dalam vagina untuk menghasilkan gambaran rahim dan ovarium.

Histeroskopi: Tabung tipis berkamera dimasukkan ke dalam rahim untuk pemeriksaan langsung. Sampel jaringan dapat diambil bila diperlukan.

Laparoskopi: Prosedur invasif minimal ini menggunakan kamera serat optik untuk memeriksa ovarium, rahim, dan tuba falopi serta dapat menangani kondisi seperti endometriosis bila ditemukan.


Pemeriksaan Infertilitas Lainnya

Pemeriksaan umum lainnya mencakup tes darah untuk hormon perangsang folikel (FSH), yang merangsang ovarium melepaskan sel telur setiap bulan. Kadar FSH yang tinggi dapat menunjukkan kesuburan yang lebih rendah. Pemeriksaan hormon anti-Müllerian (AMH) juga dapat direkomendasikan untuk menilai fungsi dan cadangan ovarium.


3. Kesimpulan

Pemeriksaan infertilitas mengidentifikasi penyebab kesulitan hamil pada sekitar 85% pasangan. Berdasarkan hasilnya, dokter dapat menyusun rencana pengobatan yang sesuai untuk meningkatkan peluang kehamilan.


Sumber artikel:

Dikumpulkan dari internet

Diterbitkan 2024-09-11
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya