Panduan | Mengapa Ekokardiografi Janin Penting? Penjelasan Ahli Medis



Panduan | Mengapa Ekokardiografi Janin Penting? Penjelasan Pakar Medis


Ekokardiogram janin adalah pemeriksaan ultrasonografi untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan (PJB). PJB termasuk salah satu cacat lahir yang paling umum, yang memengaruhi sekitar 1% bayi baru lahir setiap tahun. Pemeriksaan ini memberi dokter informasi penting untuk diagnosis dini dan perencanaan pengobatan yang mungkin diperlukan setelah lahir.


Sumber daya Petal_Dokter memeriksa pasien dengan ekokardiografi_102358213.jpg


Cara kerja ekokardiografi janin

Ekokardiogram janin menggunakan alat yang disebut transduser untuk memancarkan gelombang suara. Gelombang tersebut menembus jaringan ibu hamil dan janin lalu menghasilkan gambar struktur jantung janin. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan nyeri dan dianggap aman bagi ibu maupun bayi. Biasanya pemeriksaan berlangsung 30 menit hingga 2 jam, tergantung pada kerumitan jantung janin dan kondisi khusus yang sedang dievaluasi.


Ekokardiografi janin serupa dengan ultrasonografi prenatal rutin, tetapi berfokus pada struktur dan fungsi jantung janin.


Proses pemeriksaan

Sonografer melakukan ultrasonografi, dan kardiolog anak menganalisis serta menafsirkan hasilnya. Pemeriksaan dilakukan sebelum lahir untuk mengidentifikasi masalah jantung secara dini, karena sekitar 25% anak dengan PJB memerlukan pembedahan atau obat-obatan pada tahun pertama kehidupannya.


Persiapan pemeriksaan

Berbeda dengan beberapa pemeriksaan ultrasonografi, ekokardiografi janin tidak memerlukan kandung kemih penuh; ibu hamil mungkin justru disarankan mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu. Dokter juga dapat meminta informasi berikut:


Riwayat penyakit jantung ibu hamil

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung bawaan

Rekam medis yang relevan

Kekhawatiran khusus mengenai kesehatan janin


Mengapa ekokardiografi janin penting

Ekokardiografi janin terutama digunakan untuk menentukan apakah struktur dan fungsi jantung janin di dalam rahim normal. Penyakit jantung bawaan dapat melibatkan cacat septum atau struktur jantung yang tidak terbentuk. Jenis PJB yang umum meliputi:


Defek septum atrium

Trunkus arteriosus

Tetralogi Fallot

Ventrikel kanan dengan dua jalan keluar

Atresia pulmonal

Sindrom jantung kiri hipoplastik

Transposisi arteri besar dan lainnya

Deteksi dini membantu dokter merencanakan perawatan pascakelahiran, termasuk pembedahan darurat atau pengobatan.


Hasil dan tindak lanjut

Kardiolog anak menjelaskan hasilnya kepada orang tua dan dokter yang merawat. Bergantung pada usia kehamilan, diagnosis, dan kualitas gambar, pemeriksaan berulang mungkin diperlukan untuk menilai tingkat keparahan. Bahkan jika hasil awal normal, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan selama kehamilan.


Ekokardiografi janin lebih akurat setelah 17 minggu kehamilan, meskipun skrining dini dapat dilakukan dengan ultrasonografi transvaginal pada usia 12 minggu. Jika terdeteksi kelainan jantung, dokter akan menjelaskan kemungkinan pengobatan setelah lahir dan prognosisnya.


PJB juga dapat terkait dengan kondisi genetik seperti sindrom Down atau sindrom DiGeorge. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, termasuk ultrasonografi janin resolusi tinggi, MRI janin, konseling genetik, atau amniosentesis, untuk penilaian menyeluruh kesehatan janin.


Keamanan ekokardiografi janin

Ekokardiografi janin tidak menimbulkan risiko bermakna bagi ibu atau bayi. Namun, tidak menjalani pemeriksaan yang direkomendasikan dapat membuat risiko kesehatan tidak terdeteksi hingga setelah lahir. Oleh karena itu, dokter merekomendasikan pemeriksaan ini bila ada indikasi.


Sumber:

Dikumpulkan dari internet

Diterbitkan 2024-12-12
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya