Berita | Genetika Mengungkap Kaitan antara Penuaan Reproduksi dan Risiko Kesehatan
Para ilmuwan mengungkap bagaimana genetika memengaruhi waktu reproduksi, penuaan, kesehatan, tren kesuburan, dan keturunan. Studi Nature Aging terbaru menawarkan wawasan baru tentang kaitan antara karakteristik reproduksi, kesehatan, dan umur panjang.
Mekanisme Genetik Karakteristik Reproduksi dan Penuaan
Genetika, biologi, dan faktor sosial ekonomi membentuk reproduksi manusia. Pubertas dan kelahiran pertama terjadi lebih dini pada sebagian populasi, angka kelahiran menurun, dan menjadi orang tua semakin ditunda. Kelahiran pertama umumnya terjadi setelah usia 30, saat kesuburan perempuan sudah menurun. Sekitar satu dari enam pasangan di dunia mengalami infertilitas, dengan prevalensi seumur hidup diperkirakan mencapai 17.5%.
Perubahan ini berkaitan dengan kontrasepsi, ketidakpastian ekonomi, kesehatan, aborsi legal, kesulitan menemukan pasangan, dan norma gender. Seiring penundaan menjadi orang tua, pengaruh genetik perlu mendapat perhatian lebih besar.
Genetika Karakteristik Reproduksi dan Risiko Penuaan
Menopause lebih lambat dikaitkan dengan umur yang lebih panjang, tetapi dapat meningkatkan risiko kanker sensitif hormon akibat paparan estrogen yang berkepanjangan, yang menunjukkan adanya kompromi evolusioner.
Sejak pertengahan 2000-an, studi asosiasi genom menyeluruh (GWAS) telah memperluas pengetahuan tentang penuaan reproduksi dan kesuburan. Studi mengenai usia saat kelahiran pertama, testosteron, keguguran, perubahan suara pria, endometriosis, dan jumlah anak telah mengidentifikasi ribuan asosiasi serta 37 gen atau lokus yang terkait dengan setidaknya empat karakteristik reproduksi.
FSHB memiliki kaitan paling kuat, dengan 11 karakteristik reproduksi. DNAH2 terkait dengan fibroid rahim, usia menarke, testosteron, dan globulin pengikat hormon seks (SHBG). ESR1 terkait dengan usia hubungan seksual pertama, kelahiran pertama, dan testosteron.
Genetika reproduksi juga tumpang tindih dengan osteoporosis, kanker payudara, penyakit kardiovaskular (CVD), dan karakteristik perilaku. Menarke lebih dini, misalnya, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan obesitas.
Penuaan Reproduksi, Kesehatan Keturunan, dan Umur Panjang
Usia orang tua yang lebih tua dapat meningkatkan mutasi baru serta risiko autisme, skizofrenia, dan keguguran, melalui kesalahan kromosom ibu dan mutasi ayah.
Menopause lebih lambat dikaitkan dengan umur yang lebih panjang serta morbiditas dan mortalitas yang lebih rendah. Masa reproduksi, usia menarke, dan usia saat melahirkan juga terkait dengan umur panjang; kelahiran pertama yang lebih dini sering dikaitkan dengan mortalitas yang lebih rendah.
Perspektif Evolusioner dan “Efek Nenek”
Hipotesis nenek menyatakan bahwa masa hidup panjang perempuan setelah reproduksi membantu mendukung anak dan cucu, yang menyoroti kaitan antara penuaan dan masa hidup reproduksi.
Kesimpulan
Penelitian masih terutama berfokus pada perempuan, sehingga karakteristik pria kurang diteliti. Diperlukan lebih banyak data pria dan keragaman leluhur yang lebih besar di luar sampel GWAS yang didominasi populasi Eropa.
Sumber: Dihimpun dari internet
Diterbitkan 2024-12-25
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Berita | Genetika Mengungkap Kaitan antara Penuaan Reproduksi dan Risiko Kesehatan
Berita | Genetika Mengungkap Kaitan antara Penuaan Reproduksi dan Risiko Kesehatan
Para ilmuwan mengungkap bagaimana genetika memengaruhi waktu reproduksi, penuaan, kesehatan, tren kesuburan, dan keturunan. Studi Nature Aging terbaru menawarkan wawasan baru tentang kaitan antara karakteristik reproduksi, kesehatan, dan umur panjang.
Mekanisme Genetik Karakteristik Reproduksi dan Penuaan
Genetika, biologi, dan faktor sosial ekonomi membentuk reproduksi manusia. Pubertas dan kelahiran pertama terjadi lebih dini pada sebagian populasi, angka kelahiran menurun, dan menjadi orang tua semakin ditunda. Kelahiran pertama umumnya terjadi setelah usia 30, saat kesuburan perempuan sudah menurun. Sekitar satu dari enam pasangan di dunia mengalami infertilitas, dengan prevalensi seumur hidup diperkirakan mencapai 17.5%.
Perubahan ini berkaitan dengan kontrasepsi, ketidakpastian ekonomi, kesehatan, aborsi legal, kesulitan menemukan pasangan, dan norma gender. Seiring penundaan menjadi orang tua, pengaruh genetik perlu mendapat perhatian lebih besar.
Genetika Karakteristik Reproduksi dan Risiko Penuaan
Menopause lebih lambat dikaitkan dengan umur yang lebih panjang, tetapi dapat meningkatkan risiko kanker sensitif hormon akibat paparan estrogen yang berkepanjangan, yang menunjukkan adanya kompromi evolusioner.
Sejak pertengahan 2000-an, studi asosiasi genom menyeluruh (GWAS) telah memperluas pengetahuan tentang penuaan reproduksi dan kesuburan. Studi mengenai usia saat kelahiran pertama, testosteron, keguguran, perubahan suara pria, endometriosis, dan jumlah anak telah mengidentifikasi ribuan asosiasi serta 37 gen atau lokus yang terkait dengan setidaknya empat karakteristik reproduksi.
FSHB memiliki kaitan paling kuat, dengan 11 karakteristik reproduksi. DNAH2 terkait dengan fibroid rahim, usia menarke, testosteron, dan globulin pengikat hormon seks (SHBG). ESR1 terkait dengan usia hubungan seksual pertama, kelahiran pertama, dan testosteron.
Genetika reproduksi juga tumpang tindih dengan osteoporosis, kanker payudara, penyakit kardiovaskular (CVD), dan karakteristik perilaku. Menarke lebih dini, misalnya, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan obesitas.
Penuaan Reproduksi, Kesehatan Keturunan, dan Umur Panjang
Usia orang tua yang lebih tua dapat meningkatkan mutasi baru serta risiko autisme, skizofrenia, dan keguguran, melalui kesalahan kromosom ibu dan mutasi ayah.
Menopause lebih lambat dikaitkan dengan umur yang lebih panjang serta morbiditas dan mortalitas yang lebih rendah. Masa reproduksi, usia menarke, dan usia saat melahirkan juga terkait dengan umur panjang; kelahiran pertama yang lebih dini sering dikaitkan dengan mortalitas yang lebih rendah.
Perspektif Evolusioner dan “Efek Nenek”
Hipotesis nenek menyatakan bahwa masa hidup panjang perempuan setelah reproduksi membantu mendukung anak dan cucu, yang menyoroti kaitan antara penuaan dan masa hidup reproduksi.
Kesimpulan
Penelitian masih terutama berfokus pada perempuan, sehingga karakteristik pria kurang diteliti. Diperlukan lebih banyak data pria dan keragaman leluhur yang lebih besar di luar sampel GWAS yang didominasi populasi Eropa.
Sumber:
Dihimpun dari internet