Berita | Studi: Ibu Hamil dengan IBD dan Janinnya Menghadapi Risiko Komplikasi Lebih Tinggi



Berita | Studi: Ibu Hamil dengan IBD dan Janinnya Menghadapi Risiko Komplikasi Lebih Tinggi

Berita | Studi: Ibu Hamil dengan IBD dan Janinnya Menghadapi Risiko Komplikasi Lebih Tinggi


Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan penyakit radang usus (IBD) dan janinnya menghadapi risiko kesehatan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki IBD, termasuk diabetes gestasional, hipertensi gestasional, hambatan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan lahir mati.


Sebuah studi besar dari University of Missouri School of Medicine menganalisis lebih dari 8 juta kehamilan dari 2016 hingga 2018, termasuk 14,129 wanita dengan IBD. Hasilnya menegaskan bahwa IBD memengaruhi kehidupan sehari-hari dan menimbulkan tantangan besar selama kehamilan.



Berbagai Risiko Kehamilan Terkait IBD

Penyakit radang usus (IBD) mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, yang keduanya ditandai dengan peradangan gastrointestinal kronis. IBD belum dapat disembuhkan dan sering kambuh, sehingga menimbulkan tantangan kehamilan tambahan bagi wanita usia reproduktif.


Temuan utama meliputi:


Angka diabetes gestasional lebih tinggi


Risiko hipertensi gestasional dan preeklamsia lebih tinggi


Kemungkinan perdarahan pascapersalinan lebih besar


Angka kelahiran prematur lebih tinggi


Risiko hambatan pertumbuhan janin lebih tinggi


Angka lahir mati lebih tinggi


Wanita dengan IBD juga dirawat di rumah sakit rata-rata setengah hari lebih lama setelah persalinan, yang meningkatkan beban layanan kesehatan dan berpotensi memengaruhi pemulihan.


Mengapa IBD Meningkatkan Komplikasi Kehamilan?

Peradangan kronis dapat memengaruhi imunitas ibu, penyerapan nutrisi, dan fungsi plasenta. Peradangan yang menetap dapat mengurangi pasokan darah ke plasenta dan menghambat pertumbuhan janin. Beberapa obat IBD juga mungkin berdampak pada janin, sehingga keseimbangan antara pengobatan IBD dan keamanan kehamilan menjadi perhatian penting.


Saran Ahli: Kendalikan IBD Sebelum Hamil

Dr. Yezaz Ghouri, asisten profesor kedokteran klinis di University of Missouri School of Medicine dan penulis senior, menyatakan bahwa studi ini menyoroti pentingnya mengoptimalkan penanganan IBD sebelum konsepsi.


"Temuan kami menunjukkan bahwa pasien dengan IBD sedang hingga berat sebaiknya menerima konseling spesialis dan pengobatan aktif untuk mencapai remisi sebelum mempertimbangkan kehamilan," kata Dr. Ghouri.


Tim tersebut merekomendasikan:


Berkonsultasi dengan spesialis gastroenterologi dan obstetri sebelum konsepsi untuk membuat rencana penanganan kehamilan yang dipersonalisasi.


Mengendalikan aktivitas penyakit sebelum kehamilan sedapat mungkin untuk mengurangi risiko bagi ibu dan bayi.


Pemantauan ketat selama kehamilan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.


Penelitian Mendatang

Tim berharap dapat meneliti bagaimana berbagai pengobatan IBD memengaruhi kehamilan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Studi ini juga menekankan nutrisi selama kehamilan, termasuk kecukupan folat, zat besi, dan vitamin D untuk mendukung perkembangan janin.


Sumber:

Dikumpulkan dari internet

Diterbitkan 2025-03-30
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya