Berita | Dampak Negatif Obesitas terhadap Kesuburan Pria Tidak Dapat Diabaikan



Berita | Dampak Negatif Obesitas terhadap Kesuburan Pria Tidak Dapat Diabaikan


Sebuah artikel tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Aspects of Molecular Medicine menganalisis bukti terkini mengenai dampak obesitas pada sistem reproduksi pria dan membahas secara rinci mekanisme molekuler yang menyebabkan infertilitas pria pada individu dengan obesitas atau berat badan berlebih.

 bahan kelopak_pria dengan lemak perut_152250984.jpg


Pendahuluan

Obesitas dianggap sebagai salah satu penyebab utama infertilitas pria di seluruh dunia. Peningkatan berat badan dapat memengaruhi perkembangan dan fungsi testis sejak usia kehamilan. Selain itu, bukti terkini menunjukkan bahwa obesitas dapat secara signifikan menurunkan parameter sperma pada pria dewasa. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia mengalami obesitas. Seiring angka obesitas global terus meningkat, pemahaman yang tepat mengenai hubungan antara obesitas dan disfungsi reproduksi pria menjadi sangat penting.

 

Dampak Obesitas terhadap Infertilitas Pria

Indeks massa tubuh (BMI) sebesar 30 kg/m² atau lebih didefinisikan sebagai obesitas. Pada pria, persentase lemak tubuh yang melebihi 25%, dan pada perempuan yang melebihi 30%, juga digambarkan sebagai obesitas, meskipun hal ini sering berkorelasi lemah dengan BMI dalam konteks diagnosis obesitas.

 

Studi menunjukkan bahwa pada pasangan dengan pria yang mengalami obesitas, obesitas pria secara signifikan meningkatkan risiko infertilitas. Namun, temuan penelitian mengenai dampak langsung obesitas terhadap parameter sperma konvensional beragam atau saling bertentangan. Beberapa studi menunjukkan bahwa obesitas tidak berdampak signifikan pada jumlah, morfologi, dan motilitas sperma, sedangkan meta-analisis lain menunjukkan bahwa obesitas menurunkan jumlah sperma total, konsentrasi sperma, volume semen, viabilitas sperma, dan motilitas sperma total.

 

Studi meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa obesitas secara signifikan menurunkan jumlah sperma total, konsentrasi sperma, serta motilitas sperma progresif dan total. Selain itu, obesitas memengaruhi kualitas sperma secara keseluruhan dengan menyebabkan hipogonadisme hipogonadotropik (yaitu, penurunan produksi hormon seks pria).

 

Mekanisme Infertilitas Pria Terkait Obesitas

Hipogonadisme hipogonadotropik akibat obesitas mungkin disebabkan oleh kelebihan lemak viseral. Hipogonadisme hipogonadotropik dikaitkan dengan konversi testosteron berlebihan menjadi 17-beta-estradiol oleh adiposit, yang selanjutnya meningkatkan sekresi globulin pengikat hormon seks oleh hati. Protein ini dapat mengikat testosteron sehingga menghambat fungsi biologisnya. Selain itu, kadar testosteron yang rendah juga memicu penumpukan lemak dalam tubuh.

 

Kadar testosteron rendah menyebabkan gangguan proliferasi dan diferensiasi sel Sertoli serta sel punca spermatogonia, yang berdampak negatif terhadap spermatogenesis. Kadar estrogen darah yang tinggi juga dapat semakin memengaruhi sistem reproduksi pria dengan menghambat pelepasan laktat (yang berfungsi sebagai substrat penting bagi sel germinal) dan mengganggu integritas sawar darah-testis.

 

Kesimpulan

Singkatnya, studi ini menemukan hubungan yang signifikan antara obesitas, berat badan berlebih, dan penurunan kualitas sperma, dan hubungan ini terutama nyata pada pria dengan obesitas kelas II/III. Temuan ini menekankan pentingnya mempertahankan berat badan normal untuk meningkatkan kualitas sperma dan kesehatan reproduksi pria. Penelitian mendatang perlu mengeksplorasi lebih lanjut dampak obesitas terhadap reproduksi pria dengan menggunakan indikator penilaian yang lebih komprehensif.

 

Sumber Berita:

Dikumpulkan dari internet


Penulis LinkedIVF TeamDiterbitkan 2024-07-21
Artikel ini menggunakan bantuan AI; LinkedIVF belum mencatat tinjauan editorial untuk artikel ini. Ini bukan nasihat medis.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya