Panduan | Faktor yang Memengaruhi Laktasi: Mendukung Keberhasilan Menyusui
Selama kehamilan, tubuh kemungkinan akan mulai memproduksi ASI, terlepas dari rencana untuk menyusui atau tidak. Namun, tidak semua perempuan hamil mengalami laktasi, dan sebagian orang yang tidak hamil dapat memproduksi ASI. Laktasi adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai hormon dan mekanisme fisiologis.
Apa itu laktasi?
Laktasi adalah produksi susu oleh kelenjar mamaria untuk memberi makan anak mamalia. Laktasi biasanya dimulai selama kehamilan dan berlanjut sampai susu tidak lagi dikeluarkan. Meskipun laktasi selama kehamilan dan setelah persalinan paling umum terjadi, terkadang laktasi dapat diinduksi tanpa kehamilan.
Bagaimana ASI diproduksi?
Produksi ASI, atau laktogenesis, dipicu oleh hormon dan berlangsung dalam tiga tahap:
Laktogenesis I (inisiasi sekretori): Setelah minggu ke-16 kehamilan, peningkatan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan perubahan pada payudara, termasuk pelebaran saluran ASI, payudara terasa penuh, dan keluarnya sekresi pelumas dari kelenjar Montgomery di sekitar puting. Tubuh mulai memproduksi kolostrum.
Laktogenesis II (aktivasi sekretori): Setelah plasenta lahir, progesteron menurun sementara prolaktin, kortisol, dan insulin meningkat, yang memicu produksi ASI dalam jumlah banyak. ASI biasanya mulai keluar 2 hingga 3 hari setelah persalinan, dan payudara mungkin membengkak serta nyeri.
Laktogenesis III: Selama laktasi berlanjut, isapan bayi merangsang puting dan melepaskan prolaktin serta oksitosin, yang meningkatkan produksi dan aliran ASI.
Dapatkah laktasi terjadi tanpa kehamilan?
Ya. Obat dan terapi hormon dapat menginduksi laktasi tanpa kehamilan dengan meniru perubahan hormon selama kehamilan dan persalinan. Proses ini umumnya memerlukan koordinasi erat dengan tenaga kesehatan.
Faktor apa yang memengaruhi laktasi?
Faktor yang dapat memengaruhi produksi ASI meliputi:
Gizi buruk
Obat tertentu, seperti agonis dopamin
Ketidakseimbangan hormon
Operasi atau trauma pada payudara atau puting
Riwayat terapi radiasi
Kondisi kesehatan tertentu
Konsumsi alkohol atau obat terlarang
Efek samping laktasi
Perubahan hormon selama laktasi dapat menimbulkan efek seperti:
Bendungan ASI: Payudara yang terlalu penuh dapat terasa nyeri, terutama saat laktasi dimulai.
Mastitis: Peradangan jaringan payudara, terkadang disebabkan oleh infeksi. Perawatan umumnya mencakup tetap menyusui dan antibiotik.
Refleks pengeluaran ASI disforik (D-MER): Penurunan dopamin saat ASI keluar dapat menyebabkan suasana hati rendah atau kecemasan singkat.
Sumber:
Dirangkum dari sumber daring
Diterbitkan 2024-10-24
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Panduan | Faktor yang Memengaruhi Laktasi: Mendukung Keberhasilan Menyusui
Panduan | Faktor yang Memengaruhi Laktasi: Mendukung Keberhasilan Menyusui
Selama kehamilan, tubuh kemungkinan akan mulai memproduksi ASI, terlepas dari rencana untuk menyusui atau tidak. Namun, tidak semua perempuan hamil mengalami laktasi, dan sebagian orang yang tidak hamil dapat memproduksi ASI. Laktasi adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai hormon dan mekanisme fisiologis.
Apa itu laktasi?
Laktasi adalah produksi susu oleh kelenjar mamaria untuk memberi makan anak mamalia. Laktasi biasanya dimulai selama kehamilan dan berlanjut sampai susu tidak lagi dikeluarkan. Meskipun laktasi selama kehamilan dan setelah persalinan paling umum terjadi, terkadang laktasi dapat diinduksi tanpa kehamilan.
Bagaimana ASI diproduksi?
Produksi ASI, atau laktogenesis, dipicu oleh hormon dan berlangsung dalam tiga tahap:
Laktogenesis I (inisiasi sekretori): Setelah minggu ke-16 kehamilan, peningkatan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan perubahan pada payudara, termasuk pelebaran saluran ASI, payudara terasa penuh, dan keluarnya sekresi pelumas dari kelenjar Montgomery di sekitar puting. Tubuh mulai memproduksi kolostrum.
Laktogenesis II (aktivasi sekretori): Setelah plasenta lahir, progesteron menurun sementara prolaktin, kortisol, dan insulin meningkat, yang memicu produksi ASI dalam jumlah banyak. ASI biasanya mulai keluar 2 hingga 3 hari setelah persalinan, dan payudara mungkin membengkak serta nyeri.
Laktogenesis III: Selama laktasi berlanjut, isapan bayi merangsang puting dan melepaskan prolaktin serta oksitosin, yang meningkatkan produksi dan aliran ASI.
Dapatkah laktasi terjadi tanpa kehamilan?
Ya. Obat dan terapi hormon dapat menginduksi laktasi tanpa kehamilan dengan meniru perubahan hormon selama kehamilan dan persalinan. Proses ini umumnya memerlukan koordinasi erat dengan tenaga kesehatan.
Faktor apa yang memengaruhi laktasi?
Faktor yang dapat memengaruhi produksi ASI meliputi:
Gizi buruk
Obat tertentu, seperti agonis dopamin
Ketidakseimbangan hormon
Operasi atau trauma pada payudara atau puting
Riwayat terapi radiasi
Kondisi kesehatan tertentu
Konsumsi alkohol atau obat terlarang
Efek samping laktasi
Perubahan hormon selama laktasi dapat menimbulkan efek seperti:
Bendungan ASI: Payudara yang terlalu penuh dapat terasa nyeri, terutama saat laktasi dimulai.
Mastitis: Peradangan jaringan payudara, terkadang disebabkan oleh infeksi. Perawatan umumnya mencakup tetap menyusui dan antibiotik.
Refleks pengeluaran ASI disforik (D-MER): Penurunan dopamin saat ASI keluar dapat menyebabkan suasana hati rendah atau kecemasan singkat.
Sumber:
Dirangkum dari sumber daring