Berita | Studi Baru: Tidur Berkualitas Dapat Mendukung Cadangan Ovarium



Berita | Studi Baru: Tidur Berkualitas Dapat Mendukung Cadangan Ovarium


Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Scientific Reports menemukan hubungan bermakna antara masalah tidur dan penurunan cadangan ovarium (DOR). Dilakukan oleh tim dari Pusat Kedokteran Reproduksi di Fujian Maternity and Child Health Hospital, yang berafiliasi dengan Fujian Medical University, studi ini menganalisis ukuran tidur dan fungsi ovarium pada perempuan yang menjalani perawatan infertilitas. Studi tersebut mengusulkan bahwa gangguan tidur dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi ovarium dengan memengaruhi kadar hormon dan perkembangan folikel.


Materi Petal_kamar tidur, tempat tidur, perempuan, imut, orang, nyaman, perlengkapan tidur, istirahat, rambut keriting, relaksasi_10856743.jpg


Cadangan Ovarium dan Tantangan Infertilitas

Cadangan ovarium merupakan ukuran penting kesuburan perempuan. Klinisi umumnya menilai fungsi ovarium dengan pemeriksaan hormon, seperti hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizing (LH), dan hormon anti-Müllerian (AMH), serta pengukuran ultrasonografi seperti jumlah folikel antral (AFC). Seiring meningkatnya industrialisasi, pencemaran lingkungan, dan tekanan sosial, infertilitas semakin umum pada perempuan yang lebih muda, dan penurunan cadangan ovarium menjadi tantangan utama dalam teknologi reproduksi berbantu (ART).


Meskipun mekanisme yang mendasari penurunan cadangan ovarium belum sepenuhnya dipahami, tim peneliti meyakini gangguan tidur mungkin merupakan faktor yang terabaikan.


Metode Studi

Studi ini mengumpulkan data dari 979 perempuan yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF) atau injeksi sperma intrasitoplasmik (ICSI) di Fujian Maternity and Child Health Hospital antara Juli 2020 dan Juni 2021. Peserta dibagi menjadi kelompok DOR dan non-DOR. Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), risiko apnea tidur obstruktif dengan kuesioner STOP-Bang, dan kantuk di siang hari dengan Epworth Sleepiness Scale (ESS).


Peneliti juga mengklasifikasikan cadangan ovarium menggunakan kriteria ketat kadar hormon dan jumlah folikel serta menggunakan analisis statistik untuk menelaah hubungan antara ukuran tidur dan DOR.


Hasil Studi

Kelompok DOR memiliki rata-rata latensi tidur yang secara bermakna lebih pendek daripada kelompok non-DOR (15 dibandingkan 22 menit, p=0.001) dan durasi tidur total yang lebih pendek (7.35 dibandingkan 7.57 jam, p=0.014). Latensi dan durasi tidur berbeda bermakna pada PSQI, sedangkan skor kantuk di siang hari dan apnea tidur obstruktif tidak berbeda.


Analisis lanjutan menemukan:


Durasi tidur dan kadar hormon: perempuan yang tidur lebih dari 8 jam memiliki kadar AMH dan jumlah folikel antral yang secara bermakna lebih tinggi daripada perempuan yang tidur kurang dari 6 jam (p=0.007, 0.005, 0.030).

Latensi tidur dan cadangan ovarium: perempuan dengan latensi tidur 30-44 menit memiliki kadar AMH yang secara bermakna lebih tinggi daripada kelompok lain (p=0.001, 0.011, 0.036).

Pada perempuan berusia 35 tahun atau lebih, mendengkur dan latensi tidur yang lebih pendek diidentifikasi sebagai faktor risiko independen untuk DOR (OR=2.489, 2.007; p=0.040, 0.008). Pada perempuan dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 kg/m², usia dan latensi tidur juga merupakan faktor risiko bermakna (OR=0.828, 1.761; p<0.001, 0.003).


Makna Studi

Temuan ini menunjukkan bahwa latensi tidur yang lebih pendek dan mendengkur dapat secara bermakna meningkatkan risiko penurunan fungsi ovarium dengan mengganggu sekresi hormon dan perkembangan folikel, khususnya pada perempuan berusia di atas 35. Tim tersebut merekomendasikan agar kualitas tidur menjadi pertimbangan penting dalam evaluasi infertilitas untuk membantu mengoptimalkan hasil perawatan reproduksi.


Sumber:

Dikumpulkan dari internet

Diterbitkan 2024-11-23
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya