Panduan | Posisi Seksual dan Kehamilan: Apa yang Ditunjukkan Bukti
Banyak orang bertanya-tanya apakah posisi seksual tertentu meningkatkan peluang pembuahan. Bukti yang ada lebih praktis daripada mitos umum.
Posisi Seksual dan Kehamilan
Tidak ada bukti ilmiah bahwa posisi tertentu secara bermakna meningkatkan angka kehamilan. Secara teori, penetrasi lebih dalam dapat menempatkan sperma lebih dekat ke serviks.
Dua posisi yang terkadang dianggap menguntungkan:
Posisi misionaris
Posisi penetrasi dari belakang
Keduanya memungkinkan penetrasi lebih dalam.
Setelah Berhubungan Seksual
Bukti masih terbatas, tetapi langkah yang umum disarankan meliputi:
Tetap diam: Berbaring telentang selama 10-15 menit, lalu kosongkan kandung kemih untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih.
Tinggikan panggul dengan bantal.
Angkat kaki ke dinding.
Sperma yang sehat dapat mencapai rahim dan tuba falopi dalam sekitar 10-15 menit, sehingga sedikit kebocoran tidak perlu dikhawatirkan.
Hal yang Perlu Dihindari
Pertimbangkan hal berikut:
Hindari douching: Tindakan ini dapat mengganggu flora vagina yang sehat, meningkatkan risiko infeksi, dan membilas sperma.
Hindari olahraga berat: Bukti tidak menunjukkan berkurangnya peluang pembuahan, meski aktivitas ringan mungkin terasa lebih sesuai.
Pilih pelumas dengan cermat: Sebagian dapat memengaruhi kualitas dan motilitas sperma. Produk berbahan hidroksietilselulosa, minyak mineral, atau minyak kanola dapat menjadi alternatif. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Posisi dan Kontrasepsi
Kehamilan dapat terjadi pada hampir semua posisi, termasuk perempuan di atas atau berdiri. Posisi hanya sedikit berpengaruh setelah sperma masuk ke vagina.
Waktu berhubungan seksual selama masa subur jauh lebih penting daripada posisi.
Sumber:
Dihimpun dari internet
Diterbitkan 2024-12-28
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Panduan | Posisi Seksual dan Kehamilan: Apa yang Ditunjukkan Bukti
Panduan | Posisi Seksual dan Kehamilan: Apa yang Ditunjukkan Bukti
Banyak orang bertanya-tanya apakah posisi seksual tertentu meningkatkan peluang pembuahan. Bukti yang ada lebih praktis daripada mitos umum.
Posisi Seksual dan Kehamilan
Tidak ada bukti ilmiah bahwa posisi tertentu secara bermakna meningkatkan angka kehamilan. Secara teori, penetrasi lebih dalam dapat menempatkan sperma lebih dekat ke serviks.
Dua posisi yang terkadang dianggap menguntungkan:
Posisi misionaris
Posisi penetrasi dari belakang
Keduanya memungkinkan penetrasi lebih dalam.
Setelah Berhubungan Seksual
Bukti masih terbatas, tetapi langkah yang umum disarankan meliputi:
Tetap diam: Berbaring telentang selama 10-15 menit, lalu kosongkan kandung kemih untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih.
Tinggikan panggul dengan bantal.
Angkat kaki ke dinding.
Sperma yang sehat dapat mencapai rahim dan tuba falopi dalam sekitar 10-15 menit, sehingga sedikit kebocoran tidak perlu dikhawatirkan.
Hal yang Perlu Dihindari
Pertimbangkan hal berikut:
Hindari douching: Tindakan ini dapat mengganggu flora vagina yang sehat, meningkatkan risiko infeksi, dan membilas sperma.
Hindari olahraga berat: Bukti tidak menunjukkan berkurangnya peluang pembuahan, meski aktivitas ringan mungkin terasa lebih sesuai.
Pilih pelumas dengan cermat: Sebagian dapat memengaruhi kualitas dan motilitas sperma. Produk berbahan hidroksietilselulosa, minyak mineral, atau minyak kanola dapat menjadi alternatif. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Posisi dan Kontrasepsi
Kehamilan dapat terjadi pada hampir semua posisi, termasuk perempuan di atas atau berdiri. Posisi hanya sedikit berpengaruh setelah sperma masuk ke vagina.
Waktu berhubungan seksual selama masa subur jauh lebih penting daripada posisi.
Sumber:
Dihimpun dari internet