Berita | Defisiensi Gen TLE6 Memengaruhi Motilitas dan Jumlah Sperma pada Pria



Berita | Defisiensi Gen TLE6 Memengaruhi Motilitas dan Jumlah Sperma pada Pria


Infertilitas merupakan tantangan global utama dengan dampak fisik dan psikologis yang luas. Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti menemukan bahwa mutasi genetik yang memengaruhi perkembangan embrio awal, pematangan oosit, dan pembuahan dapat berkontribusi pada infertilitas. Mutasi pada gen yang terkait dengan kompleks maternal subkortikal (SCMC) dianggap sebagai penyebab penting infertilitas yang melibatkan perkembangan embrio awal.


Aset Huaban_latar belakang DNA sintetis umum_193627867 (3).png


SCMC penting bagi perkembangan embrio dan pembelahan sel. Kompleks ini mendukung perkembangan dengan mempertahankan struktur sitoplasma oosit dan merekrut protein yang diperlukan untuk pembentukan embrio normal. Kompleks ini mengandung beberapa protein, termasuk komponen utama transducin-like enhancer of split 6 (TLE6). Penelitian menunjukkan bahwa defisiensi TLE6 mengganggu integritas struktural SCMC, sehingga menghambat pembelahan embrio normal setelah tahap dua sel dan menyebabkan fragmentasi serta kematian. Meskipun bukti kuat mendukung peran TLE6 dalam infertilitas wanita, fungsinya pada sel germinal pria masih belum banyak diteliti.


Untuk mengatasi kesenjangan ini, Dr. Kousuke Kazama dari Kanazawa Medical University bekerja sama dengan Dr. Hirofumi Nishizono dan Dr. Yuki Miyagoshi untuk mempelajari pengaruh defisiensi TLE6 terhadap kesuburan pria menggunakan model tikus dengan defisiensi Tle6. Dengan penyuntingan gen CRISPR-Cas9, tim mengembangkan model tikus jantan baru dengan defisiensi Tle6 heterozigot. Temuan tersebut diterbitkan pada Oktober 24, 2024, dalam volume 12 Frontiers in Cell and Developmental Biology.


Metode dan Temuan

“Kami membuat model tikus dengan defisiensi Tle6 heterozigot untuk mempelajari efek defisiensi Tle6 pada tikus jantan. Dengan menggabungkan penyuntingan gen embrio CRISPR-Cas9 dengan elektroporasi, kami berhasil menghasilkan tikus dengan defisiensi Tle6 heterozigot,” kata Dr. Kazama. Tim memasangkan tikus jantan dengan defisiensi Tle6 dan tipe liar (WT) dengan tikus betina WT untuk mengidentifikasi kelainan kawin. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada frekuensi kawin atau jumlah keturunan, dan embrio yang dibuahi oleh sperma dari tikus jantan dengan defisiensi Tle6 berkembang dengan laju serupa dengan embrio yang dibuahi sperma WT.


Meskipun defisiensi Tle6 tidak berhubungan bermakna dengan penurunan sifat genetik kepada generasi berikutnya, tikus dengan defisiensi memiliki jumlah sperma jauh lebih sedikit dan motilitas yang jauh lebih rendah. Selain itu, 57% sperma memiliki struktur kepala abnormal dan 7% memiliki dua kepala. Dengan dugaan ketidakseimbangan hormon, peneliti mengukur kadar hormon dan menemukan kadar testosteron yang meningkat secara bermakna pada tikus dengan defisiensi Tle6.


Potensi Peran TLE6 dalam Fungsi Sperma

Pewarnaan imunofluoresensi menunjukkan bahwa protein TLE6 terlokalisasi pada bagian tengah sperma pada tikus dengan defisiensi dan tumpang tindih dengan lokasi mitokondria. Karena mitokondria berperan sentral dalam produksi energi sperma, hal ini menunjukkan bahwa TLE6 mungkin berperan penting dalam menghasilkan energi sperma. Gen yang terkait dengan pembuahan, motilitas sperma, dan struktur sperma juga secara umum mengalami peningkatan ekspresi pada testis tikus dengan defisiensi Tle6.


Kesimpulan

Temuan ini semakin memperjelas efek defisiensi TLE6 pada tikus jantan dan memberikan wawasan baru tentang kemungkinan mekanisme infertilitas pria. Dr. Kazama mengatakan: “Peran TLE6 dalam perkembangan sperma mungkin berbeda antarspesies. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan bagaimana defisiensi Tle6 menyebabkan kelainan sperma dan mengeksplorasi relevansi klinisnya pada manusia.”


Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan perspektif baru tentang infertilitas pria dan dapat mendukung penelitian serta kemajuan teknologi reproduksi berbantu di masa depan.


Sumber:

Dihimpun dari internet

Diterbitkan 2025-02-16
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya