Pengetahuan | Bintang Sabrina the Teenage Witch, Melissa Joan Hart, Menantikan Anak Ketiga dan Membahas Rencana Kehamilan serta Persalinan



Pengetahuan | Bintang Sabrina the Teenage Witch, Melissa Joan Hart, Menantikan Anak Ketiga dan Membahas Rencana Kehamilan serta Persalinan

Pengetahuan | Bintang Sabrina the Teenage Witch, Melissa Joan Hart, Menantikan Anak Ketiga dan Membahas Rencana Kehamilan serta Persalinan


Melissa Joan Hart, yang dikenal lewat perannya dalam Clarissa Explains It All, Sabrina the Teenage Witch, dan Melissa & Joey, tidak hanya seorang aktris, tetapi juga penulis, sutradara, dan produser.

Baru-baru ini, ia menambah peran lain: ibu dari tiga anak.


Ia dan suaminya, Mark Wilkerson, mengumumkan kehamilan tersebut pada April (bulan 4). Kini berada pada trimester ketiga, Melissa membahas perbedaan kehamilan ini dari dua kehamilan pertamanya, pandangannya tentang mengetahui jenis kelamin bayi, dan rencana persalinannya.


“Kali Ini, Saya Tidak Takut”

Pada usia 36, Melissa telah menjadi ibu dari dua putra, Mason yang berusia 6 tahun dan Braydon yang berusia 4 tahun. Ia merasa lebih tenang menghadapi kehamilan ketiganya: “Saya cukup takut pada dua kehamilan pertama, tetapi kali ini saya jauh lebih santai. Mungkin karena pengalaman, atau mungkin saya lebih percaya diri.”


Ia juga terbuka tentang ketidaknyamanan fisik pada trimester ketiga:

“Saya tidak akan menyebutnya keluhan, karena ketiga kehamilan saya sehat. Namun jujur, yang ini sangat tidak nyaman,” katanya sambil tertawa. “Saya mengalami banyak mual di awal kehamilan, perubahan hormon yang besar, dan kenaikan berat badan yang cepat. Pada usia tiga bulan, saya sudah merasa seperti hamil sembilan bulan.”


Merahasiakan Jenis Kelamin Bayi Kali Ini

Melissa mengatakan mereka memutuskan untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi lebih awal: “Saya selalu ingin melakukannya, tetapi pertama kali saya terlalu penasaran, dan pada kali kedua teknisi USG tidak sengaja membocorkannya. Kali ini, saya bertekad menyisakan sedikit misteri.”


Persalinan tanpa obat menjadi tujuan, bahkan setelah menjalani persalinan di rumah selama 10 jam

Melissa memiliki rencana yang jelas untuk persalinan mendatang. Ia mengenang:


“Persalinan pertama sangat termedisasi, dengan oksitosin dan epidural. Pada kali kedua, saya memilih pendekatan yang sealami mungkin, bahkan tanpa dihubungkan ke monitor, dan menjalani persalinan di rumah selama 10 jam sebelum pergi ke rumah sakit.”

Kali ini, ia kembali berharap dapat melahirkan tanpa obat, “tetapi saya akan tetap fleksibel bergantung pada kondisi tubuh saya.”


Dua Kakak Laki-Laki yang Antusias Berganti Pilihan antara Adik Laki-Laki dan Perempuan

Melissa tersenyum saat membahas harapan putra-putranya: “Mereka bahkan lebih antusias daripada saya. Awalnya, mereka sangat ingin adik perempuan, terutama Mason, yang menyukai anak perempuan kecil. Belakangan, mereka berubah pikiran dan mengatakan ingin adik laki-laki.”


Keluarga tersebut merasakan kegembiraan sekaligus penantian, tetapi ibu yang berpengalaman ini menghadapinya dengan tenang.


Pandangan Ahli: Mengidam saat Hamil Belum Didukung Bukti Ilmiah yang Jelas

Ahli gizi Anna Maria Siega-Riz, PhD, mencatat: “Meskipun banyak ibu hamil melaporkan keinginan kuat terhadap makanan tertentu, masih belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa keinginan spesifik tersebut merupakan mekanisme fisiologis yang nyata.”


Sumber artikel:

Dihimpun dari internet

Diterbitkan 2025-06-15
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya