Berita | Pengaruh Mineral terhadap Siklus Menstruasi dan Kesuburan Perempuan



Berita | Pengaruh Mineral terhadap Siklus Menstruasi dan Kesuburan Perempuan


Dalam sebuah tinjauan terbaru yang diterbitkan di Nutrients, para peneliti di Austria membahas peran beberapa mineral dalam sistem reproduksi perempuan. Tinjauan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara mineral, kesuburan perempuan, dan menstruasi bersifat kompleks serta menyoroti kaitan antara pola makan dan kesuburan perempuan.

 Materi kelopak_Mineral untuk kesehatan manusia_135975132.png


Gambaran umum pengaturan reproduksi perempuan

Hormon berperan penting dalam reproduksi manusia dengan mengatur menstruasi, ovulasi, pembuahan, dan kehamilan. Hormon mendukung pematangan folikel dan ovulasi sekaligus menunjang endometrium agar menyediakan kondisi yang menguntungkan bagi sel telur yang telah dibuahi. Ovarium merupakan pusat kesehatan reproduksi perempuan, menghasilkan sel telur untuk pembuahan dan mensintesis hormon seperti estrogen dan progesteron. Selama fase folikular, peningkatan hormon pelepas gonadotropin (GnRH) mendorong pelepasan hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH). Selama fase luteal, sekresi GnRH menurun seiring peningkatan kadar progesteron.

 

Stres oksidatif dapat merusak struktur sel dan mungkin memengaruhi kesuburan. Kelebihan zat besi, kekurangan selenium, kekurangan seng, asupan magnesium yang tidak memadai, dan ketidakseimbangan tembaga semuanya dapat secara tidak langsung memengaruhi kesuburan perempuan.

 

Pengaruh asupan mineral terhadap kesuburan perempuan

Seng

Seng penting untuk produksi hormon, fungsi endometrium, dan kesuburan. Seng mengatur produksi LH, FSH, dan steroid sekaligus melindungi sel telur dari kerusakan radikal bebas akibat stres oksidatif. Protein jari seng mendukung fungsi reseptor estrogen, sehingga kadar seng yang memadai penting bagi kesuburan. Kekurangan seng dapat menyebabkan sintesis LH dan FSH abnormal, gangguan pertumbuhan ovarium, ketidakteraturan menstruasi, dan gangguan hipertensi dalam kehamilan.

 

Selenium

Selenium penting untuk produksi selenoprotein, yang mengubah tiroksin menjadi bentuk aktif biologisnya, triiodotironin (T3). Metabolisme tiroid sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormon dalam sistem reproduksi perempuan karena hipertiroidisme dan hipotiroidisme dapat mengganggu siklus menstruasi dan pembuahan. Oleh karena itu, menjaga kadar selenium yang optimal penting untuk ovulasi yang konsisten dan efektif.

 

Yodium

Yodium penting untuk fungsi tiroid dan produksi hormon serta berinteraksi dengan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Kekurangan yodium dapat menyebabkan hipotiroidisme, infertilitas, dan kelainan reproduksi. Asupan yodium yang memadai penting sepanjang siklus menstruasi. Studi pada hewan menunjukkan bahwa pengobatan yodium Lugol dapat meningkatkan kesuburan pada sapi dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.

 

Zat besi

Zat besi merupakan komponen utama hemoglobin dan penting untuk pengangkutan oksigen oleh sel darah merah serta aktivitas fisiologis normal. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, penurunan kualitas sel telur, dan ovulasi yang lebih jarang. Menjaga kadar zat besi yang memadai penting bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan karena kadar zat besi rendah dapat berkontribusi pada infertilitas. Sebaliknya, kelebihan zat besi dapat mengurangi jumlah sel telur yang diambil selama perawatan reproduksi berbantu.

 

Kalsium

Kalsium penting bagi sistem reproduksi perempuan karena memengaruhi kesehatan tulang, pelepasan hormon, dan fusi sperma-sel telur. Pelepasan kalsium memicu kelenjar hipofisis untuk melepaskan LH dan FSH, sehingga mendorong produksi estrogen dan progesteron oleh ovarium. Kalsium secara tidak langsung memengaruhi pengaturan hormon dengan mengubah ovulasi dan fungsi ovarium. Kadar kalsium yang seimbang juga penting untuk pembelahan sel dan implantasi embrio yang optimal.

Magnesium

Magnesium penting untuk keseimbangan hormon dan kesuburan perempuan. Mineral ini mendukung enzim seperti aromatase, yang mengubah androgen menjadi estrogen. Magnesium terlibat dalam aktivitas sekitar 600 enzim, termasuk yang berperan dalam perbaikan DNA dan metabolisme glutathione. Magnesium juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi komorbiditas. Sifat antioksidannya secara tidak langsung mendukung kesuburan dengan melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif, menjaga kualitas sel telur, mengatur ovulasi, dan menunjang kesehatan endometrium.

 

Tembaga

Tembaga penting untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif karena bertindak sebagai kofaktor superoksida dismutase. Tembaga memengaruhi sistem antioksidan, pensinyalan, dan ekspresi gen. Namun, kelebihan tembaga dapat mendorong oksidasi dan mengganggu fungsi endotel.

 

Mangan

Mangan adalah mineral renik berharga yang bertindak sebagai antioksidan penangkap radikal bebas, melindungi struktur sel dari stres oksidatif dan berpotensi mendukung kesehatan reproduksi perempuan. Stres oksidatif merusak fungsi dan kualitas sel telur sehingga mengganggu pengaturan hormonal kesuburan perempuan.

 

Kesimpulan

Mineral berperan penting dalam kesuburan perempuan, khususnya dalam pengaturan hormon, ovulasi, stres oksidatif, dan kesehatan endometrium. Mineral seperti selenium, kalsium, dan seng penting selama fase folikular dan ovulasi. Sebaliknya, kelebihan zat besi, kekurangan seng, asupan magnesium yang tidak memadai, dan ketidakseimbangan tembaga dapat secara tidak langsung memengaruhi kesuburan perempuan.

 

Sumber:

Dikumpulkan dari internet


Diterbitkan 2024-07-25
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya