Pengetahuan | Meningkatkan Kesehatan Kesuburan: Dari Perubahan Gaya Hidup hingga Perawatan Medis



Pengetahuan | Meningkatkan Kesehatan Kesuburan: Dari Perubahan Gaya Hidup hingga Perawatan Medis


Bagaimana pasangan dapat meningkatkan peluang pembuahan? Perawatan medis dan pendekatan alami dapat membantu kedua pasangan mendukung kesehatan reproduksi serta meningkatkan kemungkinan kehamilan.


Materi Petal_orang tua yang sedang menantikan bayi_102152512.jpg


1. Apa Itu Kesehatan Reproduksi?

Setiap tahun, jutaan orang dewasa mengalami kesulitan untuk hamil. Sekitar 85% pasangan berhasil hamil dalam satu tahun, banyak di antaranya dalam beberapa bulan. Sisanya, 15%, tidak berhasil, sering kali karena masalah kesehatan reproduksi atau kesuburan. Sekitar setengah dari pasangan ini berhasil hamil dalam dua tahun.


"Pasangan umumnya datang ke klinik saya setelah mencoba sendiri selama enam bulan hingga satu tahun. Jika perempuan berusia di atas 35, ia sebaiknya menemui ahli endokrinologi reproduksi atau spesialis kesuburan setelah enam bulan," kata Dr. Ruben Alvero, profesor obstetri dan ginekologi di Stanford School of Medicine.


Secara umum, temui spesialis kesuburan setelah mencoba selama satu tahun, atau lebih cepat jika perempuan berusia di atas 35. Sebelum kunjungan, tes ovulasi bebas dapat digunakan untuk melacak ovulasi, yang sering terjadi sekitar hari ke-14. Hubungan seksual setiap dua hari sekali mulai hari ke-10 disarankan karena sel telur matang hanya bertahan di tuba falopi selama sekitar 12 jam.


2. Penyebab Masalah Kesuburan

Usia merupakan penyebab paling umum pada perempuan, tetapi banyak faktor lain dapat menyulitkan pembuahan alami. "Pada sekitar 65% pasangan dengan masalah kesuburan, kami dapat mengidentifikasi penyebab fisik dan menanganinya sesuai keadaan," kata Dr. Alvero.


Penyebab umum meliputi tuba falopi tersumbat, fibroid rahim, jumlah atau kualitas sel telur rendah, ovulasi tidak teratur, serta kualitas atau jumlah sperma rendah. Kondisi kronis seperti diabetes, penyakit celiac, lupus, dan gangguan tiroid juga dapat menurunkan kesuburan.


"Obesitas juga berpengaruh besar terhadap kesuburan," tambah Dr. Alvero. "Berat badan kurang juga dapat berdampak buruk bagi perempuan. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan sebesar 5%–10% dapat secara signifikan meningkatkan peluang pembuahan dan mendukung kehamilan yang lebih sehat." Pada laki-laki, obesitas dapat mengurangi produksi atau motilitas sperma.


3. Pengaruh Lingkungan dan Gaya Hidup

Orang yang sedang merencanakan kehamilan perlu mempertimbangkan paparan zat berbahaya di tempat kerja atau kehidupan sehari-hari, seperti timbal dan asap rokok, yang dapat menurunkan kualitas sperma. Bahan kimia juga dapat memengaruhi kesuburan perempuan. Dr. Jaclyn Chasse, dokter naturopati berlisensi di Perfect Fertility di Boston, mengatakan bahwa bahan kimia lingkungan—termasuk kandungan dalam beberapa produk kecantikan, pestisida pada makanan, dan BPA dalam botol plastik—dapat membahayakan kesehatan reproduksi.


Perubahan sederhana dalam pola makan dan gaya hidup dapat meningkatkan peluang pembuahan. Dr. Chasse memulai dengan pola makan, kualitas tidur, dan stres, serta menganjurkan berhenti merokok, membatasi alkohol, mengurangi kafein, dan menjaga berat badan sehat.


4. Perawatan Medis

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, perawatan medis tersedia. Dokter dapat meresepkan obat kesuburan seperti klomifen sitrat (Clomid) untuk meningkatkan ovulasi pada perempuan atau meningkatkan kadar testosteron pada laki-laki.


Jika obat tidak berhasil, inseminasi intrauterin (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF) dapat direkomendasikan. IVF merupakan teknologi reproduksi berbantu yang paling umum: ovarium distimulasi, sel telur diambil dan dibuahi dengan sperma di laboratorium, lalu embrio dipindahkan ke rahim.


Perawatan kesuburan dan teknologi reproduksi berbantu mungkin tidak ditanggung asuransi, sehingga dapat menunda perawatan. Dr. Alvero mengatakan bahwa perkumpulan endokrinologi reproduksi dan infertilitasnya sedang memperjuangkan perundang-undangan untuk memperluas cakupan.


Yang terpenting, jangan menyerah pada tujuan untuk membangun keluarga. Dr. Chasse mengatakan, "Membantu pasangan untuk hamil adalah salah satu kehormatan terbesar bagi saya. Hal ini sangat bermakna."


Sumber artikel:

Dikumpulkan dari internet

Penulis LinkedIVF TeamDiterbitkan 2024-08-11
Artikel ini menggunakan bantuan AI; LinkedIVF belum mencatat tinjauan editorial untuk artikel ini. Ini bukan nasihat medis.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya