Berita | Transfer Embrio Segar Dapat Meningkatkan Keberhasilan IVF pada Wanita dengan Prognosis Buruk
Sebuah studi baru dari Tiongkok menemukan bahwa transfer embrio segar mungkin lebih sesuai daripada transfer embrio beku bagi wanita dengan prognosis IVF yang buruk. Diterbitkan hari ini di The BMJ, temuan ini menunjukkan bahwa pembekuan seluruh embrio mungkin tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi wanita dengan peluang keberhasilan IVF yang lebih rendah.
Latar belakang dan temuan
Fertilisasi in vitro (IVF) telah mengubah pengobatan infertilitas. Dalam strategi "freeze-all" yang umum digunakan, semua embrio yang layak dibekukan sebelum transfer untuk menghindari respons berlebihan terhadap stimulasi ovarium untuk pengambilan sel telur segar. Sebagian besar penelitian freeze-all berfokus pada wanita dengan prognosis IVF yang baik dan menemukan angka kelahiran hidup kumulatif yang serupa pada transfer segar dan beku. Bukti pada wanita dengan prognosis buruk masih terbatas.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, peneliti di sembilan pusat fertilitas di Tiongkok mengacak 838 wanita berusia 33 hingga 34 dengan prognosis IVF buruk dan membandingkan angka kelahiran hidup setelah transfer embrio segar dan beku. Dari Desember 2021 hingga Mei 2023, peserta dialokasikan ke kelompok embrio beku atau segar, dan kelahiran hidup setelah transfer pertama dipantau hingga April 2024.
Hasil
Angka kelahiran hidup secara bermakna lebih tinggi setelah transfer segar. Di antara 419 wanita dalam kelompok transfer beku, 132 (32%) hamil dan melahirkan, dibandingkan dengan 168 dari 419 wanita (40%) dalam kelompok transfer segar.
Angka kehamilan juga lebih tinggi pada transfer segar: 47% (197/419) dibandingkan 39% (164/419). Setelah transfer berikutnya, angka kelahiran hidup kumulatif adalah 51% (215/419) pada kelompok segar dan 44% (185/419) pada kelompok beku.
Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada berat lahir, komplikasi obstetri, atau risiko penyakit neonatal.
Keterbatasan dan arah penelitian mendatang
Para peneliti mengakui adanya keterbatasan, termasuk perbedaan jumlah dan tahap perkembangan embrio yang ditransfer, yang mungkin sebagian menjelaskan hasil kelahiran hidup.
Mereka tetap menyatakan bahwa studi ini melengkapi uji coba sebelumnya pada wanita dengan prognosis normal atau baik serta memperjelas manfaat dan risiko strategi freeze-all dan transfer segar. Mereka menyimpulkan: "Dibandingkan dengan transfer embrio beku, transfer embrio segar mungkin memberikan angka kelahiran hidup yang lebih baik bagi wanita dengan prognosis buruk."
Penelitian mendatang perlu menentukan jumlah dan tahap perkembangan embrio yang sesuai untuk mencapai hasil kehamilan tunggal terbaik pada wanita dengan prognosis buruk.
Kesimpulan dan signifikansi klinis
Studi ini memberikan panduan berguna bagi wanita dengan prognosis IVF buruk, khususnya terkait potensi keunggulan transfer segar. Para ahli dari Belanda mencatat dalam editorial pendamping bahwa potensi bias dapat memengaruhi interpretasi. Mereka menekankan bahwa setiap manfaat harus dipertimbangkan terhadap kerugiannya di pusat fertilitas yang menggunakan teknologi IVF canggih dan beberapa siklus embrio beku.
Evaluasi akurat atas metode ini penting untuk meningkatkan hasil bagi populasi ini.
Sumber:
Dihimpun dari internet
Diterbitkan 2025-02-20
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Berita | Transfer Embrio Segar Dapat Meningkatkan Keberhasilan IVF pada Wanita dengan Prognosis Buruk
Berita | Transfer Embrio Segar Dapat Meningkatkan Keberhasilan IVF pada Wanita dengan Prognosis Buruk
Sebuah studi baru dari Tiongkok menemukan bahwa transfer embrio segar mungkin lebih sesuai daripada transfer embrio beku bagi wanita dengan prognosis IVF yang buruk. Diterbitkan hari ini di The BMJ, temuan ini menunjukkan bahwa pembekuan seluruh embrio mungkin tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi wanita dengan peluang keberhasilan IVF yang lebih rendah.
Latar belakang dan temuan
Fertilisasi in vitro (IVF) telah mengubah pengobatan infertilitas. Dalam strategi "freeze-all" yang umum digunakan, semua embrio yang layak dibekukan sebelum transfer untuk menghindari respons berlebihan terhadap stimulasi ovarium untuk pengambilan sel telur segar. Sebagian besar penelitian freeze-all berfokus pada wanita dengan prognosis IVF yang baik dan menemukan angka kelahiran hidup kumulatif yang serupa pada transfer segar dan beku. Bukti pada wanita dengan prognosis buruk masih terbatas.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, peneliti di sembilan pusat fertilitas di Tiongkok mengacak 838 wanita berusia 33 hingga 34 dengan prognosis IVF buruk dan membandingkan angka kelahiran hidup setelah transfer embrio segar dan beku. Dari Desember 2021 hingga Mei 2023, peserta dialokasikan ke kelompok embrio beku atau segar, dan kelahiran hidup setelah transfer pertama dipantau hingga April 2024.
Hasil
Angka kelahiran hidup secara bermakna lebih tinggi setelah transfer segar. Di antara 419 wanita dalam kelompok transfer beku, 132 (32%) hamil dan melahirkan, dibandingkan dengan 168 dari 419 wanita (40%) dalam kelompok transfer segar.
Angka kehamilan juga lebih tinggi pada transfer segar: 47% (197/419) dibandingkan 39% (164/419). Setelah transfer berikutnya, angka kelahiran hidup kumulatif adalah 51% (215/419) pada kelompok segar dan 44% (185/419) pada kelompok beku.
Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada berat lahir, komplikasi obstetri, atau risiko penyakit neonatal.
Keterbatasan dan arah penelitian mendatang
Para peneliti mengakui adanya keterbatasan, termasuk perbedaan jumlah dan tahap perkembangan embrio yang ditransfer, yang mungkin sebagian menjelaskan hasil kelahiran hidup.
Mereka tetap menyatakan bahwa studi ini melengkapi uji coba sebelumnya pada wanita dengan prognosis normal atau baik serta memperjelas manfaat dan risiko strategi freeze-all dan transfer segar. Mereka menyimpulkan: "Dibandingkan dengan transfer embrio beku, transfer embrio segar mungkin memberikan angka kelahiran hidup yang lebih baik bagi wanita dengan prognosis buruk."
Penelitian mendatang perlu menentukan jumlah dan tahap perkembangan embrio yang sesuai untuk mencapai hasil kehamilan tunggal terbaik pada wanita dengan prognosis buruk.
Kesimpulan dan signifikansi klinis
Studi ini memberikan panduan berguna bagi wanita dengan prognosis IVF buruk, khususnya terkait potensi keunggulan transfer segar. Para ahli dari Belanda mencatat dalam editorial pendamping bahwa potensi bias dapat memengaruhi interpretasi. Mereka menekankan bahwa setiap manfaat harus dipertimbangkan terhadap kerugiannya di pusat fertilitas yang menggunakan teknologi IVF canggih dan beberapa siklus embrio beku.
Evaluasi akurat atas metode ini penting untuk meningkatkan hasil bagi populasi ini.
Sumber:
Dihimpun dari internet