Panduan | Studi Menunjukkan Pakaian Dalam Longgar Dapat Meningkatkan Jumlah Sperma
Jumlah sperma rendah merupakan faktor yang berkontribusi pada sekitar setengah pasangan yang mengalami infertilitas. Para ahli menyarankan bahwa mengubah jenis pakaian dalam yang dikenakan pria dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan jumlah sperma.
Menurut studi baru, suhu testis merupakan faktor penting. Untuk menghasilkan sperma yang cukup dengan kualitas memadai, testis perlu tetap lebih dingin daripada suhu inti tubuh. Inilah sebabnya testis berada di luar tubuh. "Testis memang harus berada di udara sejuk," jelas Celia E. Dominguez, ahli endokrinologi reproduksi di Emory University School of Medicine.
Pakaian Dalam Ketat Memengaruhi Suhu Testis
Mengenakan pakaian dalam ketat dapat membuat testis terlalu panas dan memengaruhi produksi sperma. Jika suhu testis meningkat beberapa derajat di atas tingkat ideal, testis mungkin tidak menghasilkan cukup sperma sehingga jumlah sperma menjadi lebih rendah.
Para ahli mencatat bahwa produksi sperma memerlukan 10 hingga 11 minggu, sehingga mengganti pakaian dalam saja tidak akan memberikan hasil segera. "Anda tidak dapat beralih ke pakaian dalam longgar pada malam sebelum kencan romantis dan mengharapkan efek langsung," kata Dr. Amos Grunebaum, dokter obstetri klinis di New York Hospital-Cornell University Medical College. "Apa pun yang merusak sperma akan memengaruhi kualitasnya selama 10 hingga 11 minggu berikutnya."
Saran untuk Kesehatan Testis
Untuk membantu menjaga testis pada suhu optimal, para ahli merekomendasikan:
Hindari celana ketat, terutama saat berolahraga. Pilih pakaian longgar ketika duduk dalam waktu lama.
Kenakan pakaian dalam longgar, terutama saat berolahraga atau duduk dalam waktu lama. Dr. Grunebaum mencatat, "Pakaian dalam longgar tidak cocok dikenakan di balik celana ketat."
Hindari sauna dan mandi air panas, yang dapat dengan mudah membuat testis terlalu panas.
Bersantai di rumah. Dr. Grunebaum juga menyarankan, "Melepas celana di rumah dapat membantu menurunkan suhu testis dan mungkin juga meningkatkan keintiman."
Mulai dengan Pemeriksaan Jumlah Sperma
Para ahli merekomendasikan untuk memulai dengan pemeriksaan jumlah sperma. Dr. Grunebaum mengatakan, "Ini adalah pemeriksaan sederhana, murah, noninvasif, dan satu-satunya pemeriksaan yang saya tahu menjamin orgasme."
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu pria meningkatkan jumlah sperma dan juga dapat memperkuat keintiman antarpasangan saat mereka mempersiapkan diri membangun keluarga.
Sumber berita:
Dihimpun secara daring
Diterbitkan 2025-05-01
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Panduan | Studi Menunjukkan Pakaian Dalam Longgar Dapat Meningkatkan Jumlah Sperma
Panduan | Studi Menunjukkan Pakaian Dalam Longgar Dapat Meningkatkan Jumlah Sperma
Jumlah sperma rendah merupakan faktor yang berkontribusi pada sekitar setengah pasangan yang mengalami infertilitas. Para ahli menyarankan bahwa mengubah jenis pakaian dalam yang dikenakan pria dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan jumlah sperma.
Menurut studi baru, suhu testis merupakan faktor penting. Untuk menghasilkan sperma yang cukup dengan kualitas memadai, testis perlu tetap lebih dingin daripada suhu inti tubuh. Inilah sebabnya testis berada di luar tubuh. "Testis memang harus berada di udara sejuk," jelas Celia E. Dominguez, ahli endokrinologi reproduksi di Emory University School of Medicine.
Pakaian Dalam Ketat Memengaruhi Suhu Testis
Mengenakan pakaian dalam ketat dapat membuat testis terlalu panas dan memengaruhi produksi sperma. Jika suhu testis meningkat beberapa derajat di atas tingkat ideal, testis mungkin tidak menghasilkan cukup sperma sehingga jumlah sperma menjadi lebih rendah.
Para ahli mencatat bahwa produksi sperma memerlukan 10 hingga 11 minggu, sehingga mengganti pakaian dalam saja tidak akan memberikan hasil segera. "Anda tidak dapat beralih ke pakaian dalam longgar pada malam sebelum kencan romantis dan mengharapkan efek langsung," kata Dr. Amos Grunebaum, dokter obstetri klinis di New York Hospital-Cornell University Medical College. "Apa pun yang merusak sperma akan memengaruhi kualitasnya selama 10 hingga 11 minggu berikutnya."
Saran untuk Kesehatan Testis
Untuk membantu menjaga testis pada suhu optimal, para ahli merekomendasikan:
Hindari celana ketat, terutama saat berolahraga. Pilih pakaian longgar ketika duduk dalam waktu lama.
Kenakan pakaian dalam longgar, terutama saat berolahraga atau duduk dalam waktu lama. Dr. Grunebaum mencatat, "Pakaian dalam longgar tidak cocok dikenakan di balik celana ketat."
Hindari sauna dan mandi air panas, yang dapat dengan mudah membuat testis terlalu panas.
Bersantai di rumah. Dr. Grunebaum juga menyarankan, "Melepas celana di rumah dapat membantu menurunkan suhu testis dan mungkin juga meningkatkan keintiman."
Mulai dengan Pemeriksaan Jumlah Sperma
Para ahli merekomendasikan untuk memulai dengan pemeriksaan jumlah sperma. Dr. Grunebaum mengatakan, "Ini adalah pemeriksaan sederhana, murah, noninvasif, dan satu-satunya pemeriksaan yang saya tahu menjamin orgasme."
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu pria meningkatkan jumlah sperma dan juga dapat memperkuat keintiman antarpasangan saat mereka mempersiapkan diri membangun keluarga.
Sumber berita:
Dihimpun secara daring