Panduan | Olahraga Selama Kehamilan Memiliki Banyak Manfaat: Dokter Merekomendasikan Aktivitas yang Aman dan Sedang



Panduan | Beragam Manfaat Olahraga Selama Kehamilan: Dokter Merekomendasikan Pilihan yang Terinformasi dan Tidak Berlebihan


Kehamilan bukan berarti harus berhenti berolahraga sepenuhnya. Raul Artal, MD, ketua bidang obstetri dan kesehatan perempuan di Saint Louis University School of Medicine serta penulis utama pedoman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) tentang olahraga selama kehamilan, mengatakan bahwa olahraga prenatal yang sehat sebaiknya menjadi prioritas harian bersama asam folat dan tidur yang cukup.


Perempuan hamil di bawah sinar matahari_141421159.jpg


Manfaat Lebih dari Sekadar Menjaga Kebugaran

Olahraga sedang dapat meningkatkan energi dan suasana hati, mendukung kesehatan kardiovaskular, membantu mengelola kenaikan berat badan, serta mengurangi risiko diabetes gestasional dan preeklamsia. Perempuan yang bugar secara fisik juga mungkin lebih mudah mengejan saat persalinan.


Konsultasikan dengan Dokter Sebelum Memulai

Olahraga selama kehamilan tidak sesuai untuk setiap kondisi. Beberapa aktivitas mungkin tidak aman bagi perempuan yang berisiko mengalami persalinan prematur atau memiliki anemia berat, masalah jantung, atau diabetes yang tidak terkontrol, serta mungkin memerlukan pengawasan medis ketat. Dengan persetujuan dokter, pilihan berisiko rendah mencakup berjalan kaki, berenang, latihan kekuatan ringan, dan peregangan. Sediakan lebih banyak waktu untuk beristirahat dan hindari aktivitas berlebihan.


Belum Terlambat untuk Memulai

Dokter mendorong perempuan yang tidak aktif sebelum hamil untuk membangun rutinitas secara bertahap. Dr. Artal merekomendasikan setidaknya 30 menit berjalan kaki dengan intensitas sedang hingga cepat setiap hari. Jill Maura Rabin, MD, profesor madya obstetri di Hofstra–North Shore LIJ School of Medicine, menyarankan pemula untuk berkembang secara perlahan; kehamilan bukan waktu untuk mulai lari jarak jauh atau olahraga berintensitas tinggi.


Intensitas Aman dan Tanda Peringatan

Berolahragalah pada intensitas yang masih memungkinkan Anda berbicara secara normal. Aerobik air, aerobik prenatal berdampak rendah, dan bersepeda statis adalah pilihan yang baik. Segera hentikan dan hubungi dokter jika mengalami sesak napas sebelum berolahraga, pusing, sakit kepala berat, nyeri dada, kelemahan otot, kontraksi, nyeri perut bagian bawah, perdarahan vagina, berkurangnya gerakan janin, atau keluarnya cairan ketuban.


Waspadai Perubahan Fisik dan Risiko Olahraga

Relaksin yang dilepaskan selama kehamilan mempersiapkan ligamen panggul untuk persalinan, tetapi juga meningkatkan ketidakstabilan sendi. Hindari melompat, berhenti mendadak, dan berbelok tajam untuk mencegah cedera ligamen. ACOG merekomendasikan untuk menghindari aktivitas berisiko tinggi seperti ski lereng, selam scuba, hoki es, sepak bola, bola basket, serta olahraga kontak atau berdampak tinggi lainnya karena risiko jatuh, kekurangan oksigen, dan trauma perut. Aktivitas yang lebih menantang dapat menunggu hingga setelah persalinan.


Sumber artikel:

Dikumpulkan dari internet

Diterbitkan 2025-08-10
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial sebelum diterbitkan.
Konten ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga medis berizin. Panduan konten dan kebijakan editorial

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kami Akan Segera Menghubungi Anda

Masukkan data Anda dan kami akan segera menghubungi Anda.
  • Tes Genetik Prapenempelan dan IVF
    IVF dengan Sel Telur atau Sperma Donor
    Informasi Reproduksi Pihak Ketiga (Tunduk pada Hukum Setempat)
    Lainnya